politik

Gubernur NTT Kunjungi Nagekeo: Tinjau Bendungan, Tambak Garam, dan Launching Beras BUMDes Marapokot

Kamis, 3 April 2025 | 20:06 WIB
Gubernur NTT saat berkunjung ke Nagekeo. (Foto; Humas NTT)

NTTHits.com, Mbay – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, memulai kunjungan kerja di Pulau Flores dengan mengunjungi Kabupaten Nagekeo. Dalam agenda ini, ia meninjau pembangunan Bendungan Mbay-Lambo, tambak garam di Desa Waekokak, serta meresmikan beras BUMDes Marapokot.

Gubernur NTT bertolak dari Kupang ke Ende sebelum melanjutkan perjalanan darat ke Nagekeo. Ia didampingi Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Gonzalo Gratianus Muga Sada, serta sejumlah pejabat daerah dan anggota DPR RI.

Baca Juga: Gubernur NTT Ajak Jaga Spirit Damai & Toleransi di Bumi Flobamorata pada Perayaan Idul Fitri 1446 H

Meninjau Progres Pembangunan Bendungan Mbay-Lambo

Di Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Gubernur Melki Laka Lena meninjau langsung perkembangan Bendungan Mbay-Lambo, yang ditargetkan rampung akhir 2025. Bendungan ini memiliki kapasitas 51,74 juta meter kubik dengan luas genangan 499,5 hektare. Nantinya, bendungan ini akan mengairi 5.898,6 hektare sawah, menyediakan air baku 205 liter/detik, serta berfungsi sebagai pengendali banjir.

“Kita harapkan dengan rampungnya bendungan ini, produksi beras di Nagekeo bisa meningkat dua kali lipat,” ujar Gubernur.

Tambak Garam Waekokak, Potensi Ekonomi NTT

Setelah dari bendungan, Gubernur Melki Laka Lena meninjau tambak garam milik PT Cheetam di Desa Waekokak. Ia menegaskan bahwa garam NTT akan dikembangkan sebagai sektor unggulan di berbagai daerah, termasuk Nagekeo, Sabu Raijua, Sumba, dan Rote.

Baca Juga: Gubernur Melki Laka Lena Lepas Pawai Kupang Bertakbir dengan Pemukulan Bedug

“Kami ingin memastikan industri garam NTT menjadi salah satu penggerak ekonomi. Kepala Bappenas telah memberikan dukungan penuh untuk pengembangannya,” jelasnya.

Di Desa Waekokak, Gubernur juga menegaskan komitmennya menjadikan daerah tersebut sebagai lumbung pangan NTT. “Lahan yang luas, subur, serta ketersediaan air yang cukup adalah modal besar bagi swasembada pangan,” tambahnya.

Hibah Tanah dan Peresmian Beras BUMDes Marapokot

Di Kecamatan Aesesa, Gubernur meresmikan beras Nagekeo, produk unggulan BUMDes Marapokot. Sebagai bentuk dukungan, ia menghibahkan tanah seluas 7.000 meter persegi milik Pemprov NTT untuk pengembangan usaha BUMDes.

Baca Juga: Bupati Kupang Sebut Melki Laka Lena, Gubernur yang Tak Kenal Lelah

“BUMDes Marapokot telah membuktikan keberpihakan kepada petani lokal dengan membeli gabah di atas harga standar nasional, yakni Rp7.500 per kg dibanding harga nasional Rp6.500 per kg. Ini kebijakan pro-rakyat yang membanggakan,” ujarnya.

Gubernur juga mengajak masyarakat Nagekeo untuk mencintai produk lokal dan mendukung UMKM. “Dengan mencintai produk kita sendiri, kita ikut membangun ekonomi daerah,” tutupnya.***

Tags

Terkini