✅ Mengintegrasikan isu kelompok rentan ke dalam perencanaan pembangunan daerah.
✅ Membuka ruang dialog bagi kelompok rentan agar kebijakan yang dihasilkan lebih responsif.
✅ Mendorong kabupaten/kota di NTT untuk mengadopsi forum inklusif serupa.
Baca Juga: Gubernur Melki Laka Lena Pacu Ekonomi NTT dengan Koperasi Merah Putih, Enam Program Unggulan Digenjot dalam 100 Hari
Peran Penting Organisasi Masyarakat Sipil (OMS)
Gubernur Melki menekankan bahwa peran aktif Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) sangat dibutuhkan untuk mendampingi kelompok rentan dalam menyampaikan aspirasi mereka.
"OMS akan membantu memastikan usulan kelompok rentan tidak hanya muncul di atas kertas, tetapi juga terus dikawal hingga tahap implementasi," jelasnya.
Baca Juga: Gubernur Melki dan DPR RI Desak Presiden Prabowo, Beri Kuota Khusus Sekolah Kedinasan untuk Putra-Putri NTT
Dukungan Penuh dari Program SKALA
Kepala SKALA NTT, Yohanes Eripto Marviandi, menyambut baik inisiatif Pemprov NTT yang dinilai sejalan dengan upaya SKALA dalam mewujudkan perencanaan pembangunan yang inklusif.
"Kami berkomitmen mendukung Pemprov NTT agar MUSIK KEREN menjadi model perencanaan inklusif yang bisa ditiru oleh daerah lain," ujar Yohanes.
Baca Juga: NTT Jadi Percontohan Nasional! Gubernur Melki Pimpin Langsung Gerakan Lawan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem
Kolaborasi untuk NTT yang Lebih Baik
Turut hadir dalam acara ini, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Provinsi NTT, Dr. Alfonsus Theodorus, ST., MT, serta para perwakilan OMS.
Dengan adanya MUSIK KEREN, diharapkan pembangunan di NTT tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga menempatkan kemanusiaan, keadilan, dan kesetaraan sebagai prioritas utama.***