NTTHits.com, Jakarta – Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Andriko Noto Susanto, resmi menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, Melki Laka Lena dan Joni Kurnianto, dalam acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Jakarta.
Dalam sambutannya, Andriko menegaskan komitmennya untuk tetap berkontribusi bagi NTT, terutama dalam bidang pangan.
"Saya siap membantu Gubernur NTT untuk mewujudkan provinsi ini menjadi lebih baik. Saya akan kembali ke Badan Pangan Nasional sebagai Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, dan akan terus berupaya mendukung kedaulatan pangan di NTT," ujar Andriko.
Baca Juga: Ahmad Yohan: Harapan Besar untuk Melki-Johni Mengangkat NTT dari Kemiskinan
Pemilukada Aman, Tantangan Baru Menanti
Dalam pidatonya, Andriko mengungkapkan bahwa salah satu tugas utamanya sebagai Pj Gubernur adalah mengawal Pemilukada di NTT. Dengan 22 kabupaten/kota yang menggelar pemilu, ia bersyukur bahwa 21 daerah telah menyelesaikan prosesnya dengan baik, sementara satu daerah, Kabupaten Belu, masih dalam tahap finalisasi.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk KPU, Bawaslu, Polda, TNI, serta masyarakat NTT yang telah menciptakan Pemilukada yang aman dan lancar," katanya.
Namun, ia juga menyoroti tiga tantangan utama yang masih harus diatasi di NTT: kemiskinan, stunting, dan kemiskinan ekstrem. Selama enam bulan menjabat, ia berupaya mencari solusi bersama para bupati dan wali kota untuk mengatasi persoalan tersebut.
Kolaborasi dan Kenangan Tak Terlupakan
Selama menjabat sebagai Pj Gubernur, Andriko mengaku telah mengunjungi hampir seluruh kabupaten/kota di NTT, kecuali Sabu Raijua. Ia berterima kasih atas dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk OPD, akademisi, ormas, media, serta masyarakat luas.
Momen emosional juga ia rasakan saat berpamitan di bandara, di mana anak-anak disabilitas menyanyikan lagu perpisahan untuknya.
"Itu akan menjadi kenangan yang tak akan saya lupakan. Setiap kali melihat telur yang saya koleksi dari NTT, saya pasti akan teringat provinsi ini," katanya sambil tersenyum.
Di akhir pidatonya, Andriko meminta maaf jika selama kepemimpinannya ada hal-hal yang kurang berkenan. Ia menegaskan bahwa NTT bukan sekadar tempat tugas, tetapi juga ladang pengabdian yang penuh makna.***