politik

Indonesia Tegas Menolak Rencana Relokasi Warga Gaza ke Tanah Air, Kemlu dan MUI Kompak Bersikap Tegas

Rabu, 22 Januari 2025 | 17:26 WIB
Potret Warga Gaza setelah diumumkannya gencatan senjata (instagram.com/hany._.ayman)

NTTHits.com, Jakarta – Pernyataan mengejutkan datang dari Presiden Amerika Serikat ke-47, Donald Trump, melalui utusannya, Steve Witkoff, yang menyebut rencana relokasi dua juta penduduk Gaza ke sejumlah negara, termasuk Indonesia. Hal ini dikemukakan dalam wawancara dengan NBC pada Minggu, 19 Januari 2025, dan langsung menuai kontroversi.

Rencana ini, yang disebut bagian dari upaya rekonstruksi pasca-agresi Israel di Jalur Gaza, belum memiliki rincian jelas, termasuk kesediaan negara-negara yang disebut sebagai lokasi tujuan relokasi. Salah satu nama yang disebut Witkoff adalah Indonesia.
“Indonesia, misalnya, adalah salah satu lokasi yang sedang dibahas,” ujarnya.

Namun, rencana tersebut langsung dibantah dan ditolak tegas oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI).

Baca Juga: Donald Trump Pertimbangkan Relokasi Warga Gaza ke Indonesia, Kemlu RI Respons Tegas

Kemlu RI: Tidak Ada Rencana Relokasi

Melalui pernyataan resmi pada Selasa, 21 Januari 2025, Kemlu RI memastikan tidak pernah menerima informasi ataupun permintaan resmi terkait relokasi warga Gaza.
“Pemerintah RI tidak pernah memperoleh informasi apa pun, dari siapa pun, maupun rencana terkait relokasi warga Gaza ke Indonesia,” tegas Kemlu.

Lebih lanjut, Kemlu menilai bahwa upaya relokasi ini hanya akan memperkuat pendudukan ilegal Israel atas Palestina.
“Upaya tersebut sejalan dengan strategi besar untuk mengusir rakyat Palestina dari Gaza,” lanjutnya.

Kemlu juga menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap perjuangan Palestina dan mendesak terciptanya gencatan senjata untuk membuka jalan dialog demi solusi dua negara berdasarkan hukum internasional.

Baca Juga: Trump Utus Perwakilan untuk Timur Tengah, Indonesia Dipertimbangkan Jadi Penampung Pengungsi Gaza

MUI Menilai Rencana Relokasi Sarat Kepentingan Israel

Majelis Ulama Indonesia (MUI) ikut bersuara. Wakil Ketua MUI, Anwar Abbas, menyebut rencana relokasi ini sebagai upaya Israel untuk melemahkan kekuatan perlawanan Palestina.
“Dengan berkurangnya penduduk Gaza, maka jumlah personel yang bisa direkrut oleh kelompok perlawanan terhadap pendudukan Israel juga akan berkurang,” ujarnya pada Selasa, 21 Januari 2025.

Menurutnya, rencana ini bertujuan untuk mempermudah Israel mencaplok wilayah Palestina.
“Kosongnya daerah Gaza akan semakin memotivasi Israel untuk mewujudkan negara Israel Raya yang mereka impikan,” tegasnya.

Anwar juga meminta pemerintah Indonesia tetap konsisten menolak segala bentuk tawaran tersebut, menyebut rencana ini hanya kedok untuk melancarkan ambisi Israel di wilayah Palestina.

Baca Juga: Israel Bombardir Gaza di Tengah Kesepakatan Gencatan Senjata dengan Hamas, 82 Orang Tewas

Sikap Tegas Indonesia untuk Palestina

Penolakan ini mempertegas posisi Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. Indonesia berkomitmen menjaga integritas wilayah Palestina sesuai dengan hukum internasional dan tidak akan mendukung langkah apa pun yang melemahkan perjuangan kemerdekaan Palestina.

Dengan sikap ini, Indonesia kembali menunjukkan perannya sebagai negara yang konsisten dalam memperjuangkan keadilan dan kedaulatan bangsa-bangsa tertindas, termasuk Palestina. ***

Tags

Terkini