politik

Banjir di Kabupaten Batang Rusak Enam Jembatan, Ribuan Warga Terdampak

Rabu, 22 Januari 2025 | 10:09 WIB
Jembatan roboh do Batang

NTTHits.com, Jakarta – Banjir besar melanda Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengakibatkan kerusakan parah pada enam jembatan utama yang menjadi penghubung vital antarwilayah. Selain itu, lima rumah warga mengalami kerusakan berat, dan lebih dari 7.000 jiwa terdampak bencana ini.

Bencana tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan selatan Batang pada Senin (20/1), pukul 17.00 WIB. Sebanyak 130 Kepala Keluarga (KK) atau 500 warga terpaksa mengungsi, sementara dua warga dilaporkan hanyut namun berhasil diselamatkan.

Keduanya kini mendapatkan perawatan medis di RSUD Limpung bersama dua korban luka lainnya.

Baca Juga: BNPB Salurkan Bantuan dan Gelar Kegiatan Psikososial untuk Pengungsi Erupsi Gunung Ibu

Kerugian Besar Akibat Banjir
Hingga Selasa malam (21/1), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kerugian meliputi tujuh rumah rusak, satu obyek wisata terdampak, satu pembangkit listrik tenaga hidro rusak, dan satu ruas jalan yang tidak dapat dilalui.

Genangan air memang sudah surut, tetapi kerusakan infrastruktur, termasuk jembatan, menjadi prioritas untuk segera diperbaiki oleh BPBD Kabupaten Batang dan pihak terkait.

Sebaran dampak bencana meliputi 10 desa di 10 kecamatan, yakni Kecamatan Bawang, Reban, Subah, Tersono, Warungasem, Gringsing, Bandar, Blado, Batang, dan Wonotunggal.

Baca Juga: Erupsi Gunung Ibu, Jumlah Pengungsi Meningkat, Fasilitas dan Layanan Tetap Terjamin BNPB Pastikan Pengungsi Aman, Sehat, dan Tetap Produktif

Cuaca Ekstrem Masih Mengancam
BNPB mengingatkan bahwa potensi hujan lebat masih mengancam Jawa Tengah hingga 23-24 Januari 2025. Beberapa kabupaten lain, seperti Pekalongan, Kendal, Brebes, dan Kota Surakarta, juga dilaporkan terdampak bencana hidrometeorologi pada minggu keempat Januari ini.

Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, akan mengunjungi Jawa Tengah pada Rabu (22/1) untuk memastikan penanganan bencana berjalan maksimal.

"Kami mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, melakukan pembersihan drainase, serta mempersiapkan rencana kesiapsiagaan keluarga untuk mencegah dampak lebih besar," tegasnya.

Baca Juga: BNPB Dorong Penguatan Infrastruktur untuk Penanganan Bencana di Indonesia

Kolaborasi untuk Bangkit
Pascabanjir, warga bersama pemerintah daerah diharapkan bahu-membahu memulihkan kondisi dengan prioritas memperbaiki infrastruktur yang rusak.

Meskipun tak ada korban jiwa dalam musibah ini, dampaknya cukup berat bagi masyarakat setempat. Dukungan penuh dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk memulihkan kehidupan warga Batang dan mengantisipasi bencana serupa di masa mendatang.***

Tags

Terkini