NTTHits.com, Kefamenanu - Calon Wakil Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Ronivon Nartalino Bunga, mengakui di era kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati David Juandi dan Eusaubius Binsasi (Desa Sejahtera) berjalan dengan baik. Ada perubahan yakni kemajuan di Kabupaten TTU, meski masa kepemimpinan mereka singkat yakni hanya tiga setengah tahun.
Hal ini dikatakan Cawabub Kabupaten TTU Ronivon Natalino Bunga kepada tim media, Rabu, 13 November 2024 saat ditemui di kediamannya di Kefamenanu.
“Kita harus mengakui kehebatan Bapak David dan Bapak Eus, karena dalam waktu yang begitu singkat tetapi masih memikirkan pembangunan di Kabupaten ini. Ini adalah sosok pemimpin yang harusnya kita belajar bersama dari mereka,” jelas Roni.
Politisi PDI Perjuangan itu menyebut, waktu tiga setengah tahun adalah waktu yang sangat singkat bagi seorang poliitisi. Namun David-Eus dua sosok pemimpin teladan dan patut dicontoi semua calon pemimpin.
“Saya rasa kita semua paham dan tahu tentang kondisi kita punya Kabupaten TTU, dan ini tidak gampang bagi seorang politisi dengan jangak waktu tiga setengah tahun. Oleh karena itu saya harap jangan lagi kita menghujat, tetapi mari kita sama-sama berpikir untuk kemajuan Kabupaten TTU kedepan,” aku Roni.
Menurut Roni Bunga, jika masih ada yang menghujat kepemerintahan David Juandi dan Eusabius Binsasi, patut diduga itu karena ada dendam lain dibalik itu. Sebab mereka sudah menjalankan roda pemerintahan degan baik dan benar. Bahkan program VISI dan MISI paket ‘DESA SEJAHTERA’ itu telah dilaksanakan dengan baik.
“Itu patut kita menduga, jangan-jangan orang itu punya kepentingan lain yang tidak tercapai atau tidak dituruti, sehingga mereka membangun opini liar seperti itu. Atau orang itu tidak paham sama sekali tata kelola pemerintahan,” kritik Roni Bunga yang akrab disapa RB.
Ia menguraikan bagaimana waktu yang terbatas yakni tiga setengah tahun itu, semua persoalan di Kabupaten TTU harus beres. Lalu dana itu harus diambil dari mana?
“Bukankah saat itu mereka habis dilantik ada bencana yang menimpa satu Indonesia, termasuk Kabupaten TTU? Dan apakah orang-orang itu paham sampai disitu atau tidak, jagan-jangan benar tidak paham dan tidak mengerti,” tantang Roni Bunga.
Roni menegaskan, bahwa sehabis David Juandi dan Eusabius dilantik, ada bencana Covid-19 dan Badai Seroja. Lalu Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Setelah itu Pemilihan Legislatif dan saat ini ada PILKADA lagi. Dan itu semua anggaran dari Daerah.
“Sementara Anggaran Daerah kita itu mereka tau tidak? Maka dari itu, jangan asal bunyi tapi belajar biar jangan salah paham seperti ini. Kan bisa kita duga orang-orang itu antara tidak paham dan bisa saja ada kepentingan mereka tidak terjawab, sehingga bangun opini sesat,” kritiknya. (*)