politik

Reses Ince Angi, Fraksi PDI Perjuangan. Masyarakat Desa Baas Sampaikan Kesulitan Menjual Hasil Bumi ke Pasar Karena Terkendala Jalan

Minggu, 3 November 2024 | 15:07 WIB
Reses Ince Angi, ADPRD TTU dari Fraksi PDI Perjuangan di desa Baas, Kecamatan Bikomi Utara. Kamis, 31 Oktober 2024 (Jude Lorenzo Taolin)

NTTHits com, Kefamenanu - Memasuki Reses hari ketiga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (ADPRD) Timor Tengah Utara (TTU) dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Ince Angi bertemu perwakilan masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) II, meliputi Kecamatan Miomaffo Timur, Naibenu, Bikomi Utara, Bikomi Selatan, Bikomi Nilulat dan  Bikomi Tengah,  di desa Baas Kecamatan Bikomi Utara.

Kehadiran masyarakat dalam Reses yang digelar Kamis, 31 Oktober 2024 meminta perhatian masalah air bersih memasuki musim kemarau tahun ini dan peningkatkan jalan yang menghubungkan beberapa desa.

Bahkan sebelum bulan Oktober, aku  masyarakat, tepatnya sejak bulan Agustus masyarakat sudah dilanda  kekeringan.

Baca Juga: BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.105,70 Triliun hingga Triwulan III 2024, Dorong Ekonomi Kerakyatan

Usulan masalah air yang menjadi kebutuhan utama masyarakat ini disampaikan Kepala Desa Baas, Andreas Tanu.

"Kita minta Pemasangan PDAM karena terutama di sini sudah sejak bulan Agustus masyarakat desa Baas mengalami kekeringan", pinta Andreas.

Selanjutnya, dibutuhkan peningkatan jalan mengingat ada beberapa desa yang menggunakan jalan Inbate, Sono, Buk, Haumeni, Faenake dan Oelbonak.

"Meskipun jalan dusun tapi mereka juga bayar pajak", sambungnya.

Baca Juga: Gerak Senyap PSI Kupang Menangkan Melki-Johni

Ditambahkan warga desa lainnya Yohanes Siki, terkait belum adanya  peningkatan jalan desa yang berimbas pada kesulitan warga desa menjual hasil bumi ke pasar.

"Jalan yang belum ada peningkatan ini sudah mengganggu perputaran ekonomi masyarakat. Karena biasanya warga kewalahan menjual hasil bumi di pasar. Hasil bumi, harganya sangat rendah seperti asam, kemiri dan jambu mente. Apalagi kalau para tengkulak yang masuk dan beli langsung dari masyarakat. Kita mau keluar bawa hasil bumi juga biaya transportasinya tinggi. Jadi ini perlu diperhatikan agar ada pemerataan harga dari para  tengkulak", kata Yohanes.

Menjawab permintaan masyarakat desa Baas, Ince mengatakan akan berupaya untuk dapat terakomodir dengan baik.

“Aspirasi yang disampaikan bapak mama semua sudah kami catat untuk dilaporkan pada laporan hasil akhir reses nanti. Kami upayakan  dapat terakomodir dengan baik,” pungkasnya.(*)




Tags

Terkini