"Dan saya sudah angkat banyak tenaga guru dari P3K kurang lebih 2000 orang", kata Juandi David.
Pemaparan program unggulan Juandi David - Eusabius Binsasi sangat diakui masyarakat. Sebagian peserta kampanye mengakui anak - anak mereka ada yang diangkat sebagai tenaga kesehatan dan guru melalui P3K.
Terkait program unggulan Juandi David - Eusabius Binsasi, diketahui sudah berjalan selama 3 tahun lebih. Namun diakui belum tuntas dikarenakan masa kepemimpinan keduanya sangat singkat, hanya 3, 6 bulan dan diperparah dengan adanya wabah Covid 19 dan badai Seroja yang melanda. Sehingga sesuai tagline JUANG Lanjutkan, Juandi David dan Ronivon Natalino Bunga bertekad melanjutkan. Agar ada pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat di dalam wilayah Kabupaten TTU.
Namun untuk sampai ke sana, Calon Wakil Bupati Ronivon menambahkan, meminta dukungan masyarakat untuk memberikan kepercayaan kepada Paket JUANG memimpin TTU.
Baca Juga: Kajari TTU Realisasikan Program Jaksa Masuk Sekolah di SMA Pelita Karya Kefamenanu
"Saya harus katakan hal ini, supaya bapak dan mama ada kepastian. Bahwa kalau memilih paketJUANG, tidak ada kata kalah. Sehingga bapak mama ada pada penumpang yang menang, bukan kalah", tegasnya.
Calon itu, lanjutnya lagi, harus memberi satu jaminan, ketika mengajak dan meminta dukungan masyarakat.
"Saya menjadi jaminan untuk pembangunan instrastruktur di Kabupaten TTU. Dan saya katakan kepada Bapak David, tugas saya sebagai Wakil Bupati adalah membantu mempercepat pembangunan di TTU tanpa mengganggu APBD", tegas Ronivon.
Disinggungnya, dalam Provinsi NTT ada 13 Kabupaten yang bisa dibuktikan keterlibatannya dalam membantu percepatan pembangunan tanpa mengandalkan APBD.
Sehingga kehadirannya di TTU sebagai Calon Wakil Bupati, tentunya ia akan fokus pada percepatan pembangunan, jika terpilih.
"Saya akan gunakan kekuatan link politik saya di tingkat atas untuk membantu bapak David. Program bantuan rumah kalau bapak David janjikan akan tambah 25 unit, saya hadir untuk lengkapi jadi 50 unit . Begitupun dengan program TeraSa.
Kalau Bupati beri 25 ekor sapi, saya lengkapi lagi 25 ekor sehingga jumlahnya menjadi 50 ekor sapi.
Dan itu saya tidak gunakan APBD", jelas Ronivon.
Disinilah sambungnya, tugas Paslon meyakinkan bagaimana harus menang.
"Saya mau katakan, dalam politik, suka tidak suka, yang namanya Bupati Incumbent, dia punya modal politik yang kuat. Dia punya 'muatan", "penumpang awal". Ini bukan "bis" yang pilih penumpang di jalan - jalan. Sehingga di semua kesempatan saya katakan ini, saya beri edukasi politik untuk bapak mama, tujuannya apa. Supaya bapak mama tidak berada di penumpang yang kalah.
Kalau ada di penumpang yang kalah, maka nasib wilayah ini, nasib desa ini, tidak akan berubah dari waktu ke waktu", kata Ronivon.