politik

Calon Wabup TTU, Ronivon Natalino Bunga Himbau Hati - Hati Desain Bantuan Kemanusiaan Menjadi Bantuan Politik di Perhelatan Pilkada 2024

Senin, 14 Oktober 2024 | 07:30 WIB
Calon Wakil Bupati TTU, Ronivon Natalino Bunga saat berkampanye di Bokis, desa Susulaku B Kecamatan Insana, Sabtu, 12 Oktober 2024 (Jude Lorenzo Taolin)

"Selama sekian tahun, peti - peti jenasah itu bisa dibagikan ke semua yang membutuhkan di Kabupaten TTU, coba cek itu uang siapa.
Coba tanya langsung, di sana yang akan menjawab. Jangan saya yang jawab", kata Ronivon Bunga, salah satu donator rutin bulanan ke salah satu Ormas sebelumnya.

Baca Juga: Kampanye Perdana Paket JUANG di INSANA. Tokoh Adat Akui Tidak Ada Putra Asli Insana Maju Pilkada. Jurkam : Jangan Asal Klaim, Itu Kebohongan Kultur

Jelasnya lagi, sebelum ia datang ke TTU sebagai Calon Wakil Bupati, sudah banyak yang dilakukannya yang sifatnya kemanusiaan. Tapi katanya, tidak perlu dipamer. Ia juga meyayangkan ada berbagai kegiatan kemanusiaan seperti bantuan yang diberikan ke orang susahpun, diposting di media sosial.

"Bantuan - bantuan yang sifatnya kemanusiaan, jangan pamer di medsos. Apalagi didata untuk diumumkan berapa banyak yang sudah kita berikan. Itu orang susah yang dibantu, bagaimana orang melihat itu sebagai suatu perbuatan baik yang harus diakui publik.
Sebagai manusia, saya menganggap apa yang saya lakukan lewat tangan lain untuk bisa membawa bagi yang membutuhkan itu menjadi kewajiban saya sebagai manusia.
Dan apa yang saya dapat dari Tuhan, bukan semuanya menjadi milik saya. Ada juga didalamnya milik janda miskin, yatim piatu, dan orang - orang lain yang membutuhkan. Tuhan cuma menitipkan semua itu lewat saya", akunya.

Tapi kalau apa yang ia lakukan dan berikan dipakai pihak tertentu sebagai alat politik dan mengklaim bahwa itu adalah usahanya, sungguh sangat disayangkan.

"Itu sama dengan mempublikasikan kemiskinan orang untuk mendapat panggung.
Ini yang transfer, yang sumbang setiap bulan, selama sekian tahun tidak klaim bahwa itu punyanya dia.
Kita yang hanya sebagai "Tukang Pos" untuk antar, tapi kita pukul dada bahwa itu punya kita dan bodohi masyarakat.
Ini kadang - kadang sudah tidak betul", tegas Roni Bunga berulang.

Baca Juga: Bendungan dan Infrastruktur di Kecamatan Biboki Anleu Jadi Titik Fokus Paket JUANG

Ada juga hal lain, sambungnya. Bahwa ditahun politik ini banyak sumbangan mengalir ke tempat - tempat ibadah. Tapi semua difoto, dibuat video dan dipamer di medsos.

"Saya bilang dengan diri saya, ini kalau Tuhan saja kita sudah bikin malu di hadapan umum apalagi manusia.
Kita masih punya napas, kita masih tetap sehat sampai detik ini, ini semua milik Tuhan. Kenapa kita harus sombong tunjukkan ke media bahwa saya bantu ini bantu itu.
Ingat, ketika kita hitung - hitungan dengan Tuhan, Tuhan juga akan menghitung engkau. Saya sampaikan, kalau namanya sumbangan kemanusiaan atau ke tempat ibadah, jangan sekalipun munculkan namamu. Bagi saya, manusia tidak penting untuk tahu. Biar Tuhan yang tahu", tandasnya. (*)

 

 

Halaman:

Tags

Terkini