"Ada Paslon lain mengatakan bahwa dia anak asli INSANA, sayangnya banyak tokoh INSANA mengatakan kali ini Calon INSANA belum ada yang maju sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati. Saya bicarakan hal ini fakta, tapi biasa di komentar politik, semua bisa mengambil panggung untuk bagaimana mendapat simpati bapak mama yang ada di INSANA", ungkap sang Calon Wakil Bupati mengulang penegasan beberapa tokoh adat agar masyarakat INSANA tidak mudah tertipu.
Beberapa tokoh adat di desa Oenbit, turut meyayangkan pengakuan salah satu Paslon yang mengklaim dirinya sebagai Putra Asli Insana.
"Jangan datang bodohi kami, merusak tatanan sejarah Insana dan membuat kegaduhan diantara para petinggi Adat. Kita akui Putra asli Insana kali ini belum ada yang mencalonkan diri sebagai Bupati dan Calon Bupati, tapi bukan berarti Insana tidak punya figur. Kita banyak figur yang sedang dipersiapkan", tandas salah satu tokoh dari tenda kampanye.
Untuk diketahui, dalam perhelatan Pilkada 2024, belum ada putra asli INSANA yang maju bertarung meskipun diketahui dari faktor kesukuan, penduduk dan jumlah pemilih cukup mendominasi.
Kabupaten TTU sendiri, pernah dipimpin putra asli Insana, Drs. Johanis Mau Nailiu dan Drs. Anton Amaunut.
Diketahui keduanya memimpin TTU selama 10 tahun. JM Nailiu memimpin di tahun 1975 - 1985 dan Anton Amaunut memimpin di tahun 1990 - 2000.
Setelah itu, belum ada satupun putra asli INSANA memimpin TTU. (*)