NTTHits.com, Kupang - Lopo Pintar yang digagas pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendik) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai beroperasi di sembilan kelurahan dalam menangani 3 ribu siswa Sekolah Dasar (SD) buta huruf yang tidak dapat membaca dan menulis.
Lopo Pintar yang digagas di 51 kelurahan se kota Kupang, namun baru sembilan kelurahan yang mengimplementasikan dan melakukan aktivitas Lopo Pintar, guna mendukung pemulihan belajar melalui bimbingan khusus secara gratis, setelah menyelesaikan jam pembelajaran di sekolah bagi peserta didik, yang mengalami kesulitan belajar seperti membaca, menulis dan berhitung.
Baca Juga: Marak Isu Penculikan Anak , Dispendik Kota Kupang Keluarkan Imbauan Antisipasi
"Pelayanan bimbingan khusus melalui aktivitas Lopo Pintar sudah mulai beroperasi, namun baru di sembilan kelurahan dari 51 kelurahan di kota Kupang,"kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Okto Naitboho, Rabu, 1 Pebruari 2023.
Sembilan kelurahan yang telah mengoperasikan Lopo Pintar tersebut yakni kelurahan Oesapa Barat, Lasiana, Kelapa Lima, Pasir Panjang, Fartubesi, Oeba, Fatululi, Oebobo dan kelurahan Oepura.
"Seharusnya diseluruh kelurahan, namun kelurahan yang belum karena masih sesuaikan jadwal dan sementara dikoordinasikan,"tambah Okto.
Baca Juga: Wujudkan Kualitas Pendidik, Pemkot Kupang Janji Beri Rekomendasi Lanjutkan Studi S2 dan S3
Program tersebut melibatkan 815 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi untuk terlibat langsung, agar membawa ribuan siswa SD yang belum dapat membaca dan menulis, kembali menemukan hak-hak untuk mendapat dukungan belajar yang telah dikorbankan, karena adanya pendemi Covid-19. (*)