pendidikan

Bocah Jenius Juara Dunia Matematika, Bercita-cita Jadi Elon Musk

Sabtu, 21 Januari 2023 | 12:48 WIB
Nono saat belajar di sekolah

NTTHits.com, Kupang - Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay, siswa kelas 2 SD Inpres Buraen 2, Kabupaten Kupang, NTT yang berhasil meraih juara dunia Matematika itu ternyata bercita-cita menjadi seperti Elon Musk.

"Saya bercita-cita ingin menjadi seperti Elon Musk, kerena mampu menciptakan pesawat tercepat dan mobil listrik tercepat," kata Nono, Jumat, 20 Januari 2023.

Bocah jenius asal Kelurahan Buraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang berhasil meraih juara 1 kompetisi matematika tingkat dunia, dalam ajang International Abacus World Competition, Abacus Brain 2022, dengan mengalahkan 7 ribu peserta dari berbagai negara.

Baca Juga: Juara Dunia ABG International Mathematics Competition, Nono Dapat 200 Dollar AS

Dalam keseharian hidupnya, Nono yang merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara ini sudah diajarkan disiplin oleh orang tuanya, seperti bangun jam 5 pagi, lalu belajar, dan sarapan pagi, lalu siap diri ke sekolah, yang diawali deng doa sebelum berangkat sekolah.

Setiap harinya Nono selalu diantar ayahnya dengan motor, ke sekolah dengan.jarak rumah ke sekolah sejauh kurang lebih 4 kilometer.

Keberhasilan bocah ini membuat bangga kedua orang tuanya, yang hidup sederhana di desa.

Ayahnya bekerja sebagai petani dan tukang bangunan, sedangkan ibunya bekerja sebagai guru SD. Nono merupakan bocah dengan tingkat kecerdasan di atas rata- rata, karena mampu menghitung dengan cepat tanpa harus menggunakan alat hitung atau kalkulator.

Baca Juga: Ratusan Awak Kebersihan Kota Kupang Dapat Layanan Kesehatan Gratis

Dalam keseharian hidupnya, Nono yang merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara ini sudah diajarkan disiplin oleh orang tuanya, seperti bangun jam 5 pagi, lalu belajar, dan sarapan pagi, lalu siap diri ke sekolah, yang diawali deng doa sebelum berangkat sekolah.

Setiap harinya Nono selalu diantar ayahnya dengan motor, ke sekolah dengan.jarak rumah ke sekolah sejauh kurang lebih 4 kilometer.

Ibunda Nono, Nurhayati Seran, mengaku, anaknya Nono sudah mulai terlihat kecerdasannya sejak kecil, karena mempunyai daya ingat yang kuat dan selalu bertanya tentang sesuatu hal yang ingin diktahui.

"Dari kecil selalu bertanya ini dan itu, dan akan selalu diingatnya," kata Nurhayati.

Ayah Nono, Rafli Meo Tnunay, mengisahkan, dalam ajang kompetisi matematika ini digelar secara online selama 1 tahun, dengan sistem penilaian jumlah agregat tertinggi meraih juara.

Halaman:

Tags

Terkini