pendidikan

Thresher Shark Indonesia Gandeng 10 SD di Alor, Integrasikan Kurikulum Konservasi Kelautan dalam Pelajaran Mulok

Kamis, 29 Februari 2024 | 13:11 WIB
Para guru Mulok Konservasi saat Tandatangani kontrak bersama

NTTHits.com, Alor - Thresher Shark Indonesia (TSI) bersama 10 Sekolah Dasar (SD) di kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengintegrasikan kurikulum Konservasi Kelautan kedalam mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok).

"Kegiatan ini merupakan salah satu program TSI mengintegrasikan kurikulum Konservasi Kelautan kedalam mata pelajaran mulok di sekolah,"kata Operasional Manager TSI, Dicky, saat penandatanganan kontrak kerja antara TSI dan para guru, sebagai bukti pelaksanaan keberlanjutan dari Mulok Konservasi, Kamis, 29 Pebruari 2024. 

Baca Juga: Indosat Ooredoo Hutchinson - NVIDIA, Kolaborasi Lanskap Teknologi Dorong Indonesia Terdepan Revolusi AI

Menurut dia, Project ini sudah berjalan semenjak Januari 2023 dengan menyasar pada sekolah-sekolah dasar yang ada di dua kecamatan yakni, kecamatan Abal dan kecamatan Pulau Pura, terutama sekolah-sekolah yang letaknya dekat dengan wilayah pesisir.

Hingga saat ini, implementasi mulok Konservasi sudah menyasar pada SD Inpres 2 Retta, SD Inpres 2 Bira, SD Inpres Dabari, SDN Alor Besar, SD GMIT Kokar, SD Negeri Latang, SDN Bira 1, SD GMIT Limaharing, SD Sebanjar, dan SD GMIT Retta. dan  ekosistem terumbu karang menjadi pembelajaran yang paling di minati oleh peserta didik. 

"Ekosistem terumbu karang menjadi pembelajaran yang paling di minati oleh peserta didik,"tambah Dicky. 

Baca Juga: BNPB Beri Bantuan Penanganan Banjir Lampung

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Ferdy Isak Lahal, mengatakan, pentingnya pengetahuan lingkungan terutama konservasi laut diperkenalkan kepada anak sekolah agar para siswa dapat memahami pentingnya pelestarian lingkungan, harapannya Mulok Konservasi Kelautan dapat menjadi bagian dari peraturan Bupati Alor agar bisa diterapkan di berbagai wilayah di Kabupaten Alor.

"Apresiasi bagi TSI yang melakukan pendampingan selama ini dan dukungan para guru, implementasi mulok Konservasi Kelautan menjadi penting agar siswa dapat memahami pengetahuan lingkungan,"kata Ferdy.

Baca Juga: Sidang Kabinet Paripurna, Kementrian dan Lembaga Diminta Pastikan Ketersediaan Pangan dan Stabilitas Harga Bahan Pokok

 

Perwakilan Para Kepala Sekolah, Yusak, mengatakan, terdapat perubahan pengetahuan oleh para peserta didik, dimana para siswa-siswi dapat mengenali beberapa spesies di wilayah pesisir dan area pasang surut.

"Ada perubahan pengetahuan para siswa terhadap pengetahuan alam, mereka kini dapat mengenali beberapa jenis spesies di wilayah pesisir,"kata Yusak.

Baca Juga: Perkara Penganiayaan Oleh Tersangka Konis Tade - Korban Okto Malaipada Diselesaikan Kajari TTU Melalui RJ Dengan Pendekatan Hukum Adat

Halaman:

Tags

Terkini