olahraga

Dear Kluivert, Jadikan Tekanan Warganet Sebagai Motivasi, Begini Perjalanan Emosional STY Selama 5 Tahun Bersama Timnas Garuda

Senin, 13 Januari 2025 | 09:44 WIB
Potret pelatih baru Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. (Instagram.com/@timnasindonesia)

2. Tidak Pernah Terlena dengan Kemenangan
STY dikenal tak cepat puas. Setelah kemenangan penting melawan Arab Saudi di babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026, STY optimis menghadapi Australia pada Maret 2025. Namun, impiannya harus terhenti karena keputusan pemecatan dari PSSI.

3. Kesabaran Melatih Generasi Muda
STY juga berkomitmen membangun fondasi jangka panjang sepak bola Indonesia dengan memberi kesempatan kepada pemain muda. Hal ini terlihat saat Indonesia menurunkan tim U-22 di Piala AFF 2024, meski harus kalah di fase grup. Langkah ini menjadi persiapan untuk Piala Asia U-23 dan SEA Games 2025.

"Negara lain membawa tim senior, tetapi ayah percaya pengalaman ini penting bagi pemain muda," jelas Jae-won.

4. Tekanan yang Dianggap Dukungan
Meski sering mendapat kritik, STY justru memaknai tekanan warganet sebagai bentuk cinta. "Dia membuktikan dirinya dengan hasil positif. Dukungan dari fans Indonesia sangat berarti bagi ayah saya," ujar Jae-won.

Kini, STY memutuskan rehat sejenak di Korea Selatan untuk mengisi ulang energi dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

Baca Juga: Bakal Meroket atau Merosot? Begini Lika-Liku STY Bawa Garuda Naik 46 Peringkat di Ranking FIFA, Tantangan Berat bagi Pelatih Baru PSSI

Terima Kasih, STY!

Lima tahun penuh perjuangan STY meninggalkan warisan besar bagi sepak bola Indonesia. Jae-won menyampaikan rasa terima kasih kepada publik Indonesia yang telah mendukung ayahnya.

"Terima kasih untuk semua cinta dan dukungannya. Ayah akan selalu mengenang perjalanan ini," tutupnya.

Kini, estafet kepemimpinan beralih ke tangan Patrick Kluivert. Akankah misi besar ini terwujud? Skuad Garuda dan seluruh fans siap menuliskan sejarah baru bersama! ***

Halaman:

Tags

Terkini