olahraga

Tiga Alasan Patrick Kluivert Tak Sabar Latih Timnas Indonesia, Fanatisme Suporter Jadi Daya Tarik Utama!

Minggu, 12 Januari 2025 | 17:16 WIB
Potret pelatih anyar Tim Garuda, Patrick Kluivert bersama sang anak, Shane Kluivert di Stadion Klub Barcelona, Camp Nou, Spanyol. (Instagram.com/@patrickkluivert9)

NTTHits.com, Jakarta – Patrick Kluivert, legenda sepak bola Belanda sekaligus mantan bintang FC Barcelona, resmi menjadi pelatih baru Timnas Indonesia menggantikan Shin Tae-yong.

Pelatih berusia 48 tahun ini tiba di Jakarta pada Sabtu, 11 Januari 2025, malam WIB, dan langsung mendapat sambutan hangat dari para penggemar di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Ditemani asistennya, Denny Landzaat, Kluivert mengungkapkan antusiasmenya memulai petualangan baru bersama Tim Garuda. Dalam beberapa kesempatan, ia mengutarakan tiga alasan utama mengapa ia begitu "ngebet" menerima tawaran melatih Timnas Indonesia.

Baca Juga: Diduga Merusak Pagar Tetangga, Blasius Lopis Dilaporkan ke Polisi

1. Fanatisme Luar Biasa Suporter Indonesia

Kluivert tak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap fanatisme suporter sepak bola Indonesia. Dalam unggahan Instagram resmi @timnasindonesia, Kluivert menyebut fans Indonesia sebagai elemen penting dalam perjalanan tim.

"Para pendukung Indonesia sangat fantastis. Passion mereka adalah sesuatu yang saya sukai," ujar Kluivert.

Ia meyakini dukungan penuh dari suporter akan menjadi kunci untuk membawa Timnas Indonesia meraih hasil positif. "Semua orang tahu, tanpa fans, sangat sulit meraih hal-hal besar," tambahnya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Kluivert memahami peran suporter sebagai pemain ke-12 di lapangan. Ia optimistis energi positif dari tribun akan menjadi semangat tambahan bagi Marselino Ferdinan dan rekan-rekannya.

Baca Juga: Tiga Perusahaan Asing di Balik Sistem Coretax DJP, Skandal, Teknologi, dan Harapan Baru

2. Budaya Sepak Bola Indonesia yang Unik

Sebagai pelatih yang pernah menangani klub-klub besar Eropa, Kluivert merasa terkesan dengan budaya sepak bola Indonesia. Dalam wawancara eksklusif yang dirilis Fabrizio Romano di Twitter, Kluivert menyebut bahwa Indonesia memiliki kultur sepak bola yang sangat kuat dan bersatu.

"Indonesia adalah negara besar dengan budaya sepak bola yang luar biasa. Saya melihat semangat dan ambisi yang serupa dengan yang saya temui di Belanda," jelasnya.

Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi Kluivert, yang melihat potensi besar dalam gaya bermain dan antusiasme masyarakat terhadap olahraga ini.

Halaman:

Tags

Terkini