NTTHits.com - Dunia sepak bola Indonesia tengah dihebohkan dengan pergantian pelatih Timnas Garuda. Setelah resmi mengakhiri kerja sama dengan Shin Tae-yong (STY), PSSI menunjuk legenda sepak bola Belanda, Patrick Kluivert, sebagai nakhoda baru.
Pengumuman ini menimbulkan perdebatan, tak hanya di Indonesia, tetapi juga menjadi gosip panas di Vietnam. Media dan pecinta sepak bola di negara tetangga turut menyoroti keputusan ini, terutama mengingat prestasi STY membawa Garuda hingga Round 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kluivert, Legenda yang Dibebani Harapan Tinggi
PSSI resmi mengontrak Kluivert hingga 2027 dengan opsi perpanjangan. Dibantu oleh dua asisten asal Belanda, Alex Pastoor dan Denny Landzaat, serta dua pelatih lokal, Kluivert diharapkan membawa Timnas ke level yang lebih tinggi.
“Kluivert adalah legenda sepak bola Belanda. Ia pernah membela klub besar seperti Ajax, Barcelona, dan AC Milan. Sebagai pelatih, ia punya pengalaman di berbagai klub Eropa,” tegas PSSI dalam pernyataannya pada Rabu, 8 Januari 2025.
Kluivert dijadwalkan tiba di Indonesia pada Sabtu, 11 Januari 2025, dan akan diperkenalkan secara resmi sehari setelahnya.
Namun, kedatangan Kluivert diiringi ekspektasi besar. Media Vietnam, The Thao, menyebut bahwa tekanan dari penggemar Garuda adalah alasan utama pergantian ini.
“Fans Indonesia bereaksi keras. Mereka ingin Timnas lolos ke Piala Dunia 2026, dan PSSI memutuskan mengganti pelatih,” tulis The Thao.
Vietnam Menyayangkan Kepergian STY
Media Vietnam ramai mengulas keputusan PSSI memutus kontrak STY, pelatih yang dinilai sukses membawa Garuda bersinar.
Kim Sang-sik, pelatih Timnas Vietnam, secara terbuka mengungkapkan kesedihannya. “Pelatih Shin Tae-yong adalah ahli strategi hebat dan senior yang saya hormati. Kami memiliki hubungan dekat sejak bermain bersama,” ujar Kim, dikutip Soha VN.
Kim menilai STY telah memberikan kontribusi besar bagi sepak bola Indonesia. “Dia telah membawa Timnas Indonesia mencapai level baru. Kepergiannya adalah kehilangan besar,” tambahnya.