humaniora

Semarak Pawai Ogoh -Ogoh Sambut Nyepi Umat Hindu di Kupang

Selasa, 21 Maret 2023 | 21:37 WIB
Suasana Perayaan Sambut Nyepi di Kupang

NTTHits.com, Kupang -  Pawai Ogoh-ogoh dalam rangkaian perayaan hari raya Nyepi Tahun Baru Tahun Saka 1945, diikuti ratusan umat Hindu di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) berlangsung meriah dan semarak.

"Ogoh -ogoh ini melambangkan hal hal yang jahat atau tidak baik, yang hari ini kita pikul kemana - mana, setelah itu kita musnahkan sehingga besok pada catur dharma penyepian tidak ada gangguannya dan kita bisa jalankan secara khidmat dan khusuk,"kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Ari Wijana, saat melepas pawai, Selasa, 21 Maret 2023.

Baca Juga: Sambut Hari Suci Nyepi, Penjor Bali dan Pawai Ogoh - Ogoh Warnai Kota Kupang

Semangat merayakan hari Raya Nyepi tahun ini, menurut dia, melibatkan  17 tempekan banjar Dharma Agung Kupang, turut pula ikut berpartisipasi pemuda -pemuda lintas agama yakni pemuda Gereja dan Gerakan Pemuda (GP) Anshor, sebagai bentuk menghormati dan menghargai keberagaman serta menjaga toleransi umat beragama di Kupang.  

Pj.Wali Kota Kupang, George Hadjoh mengatakan, pawai Ogoh -ogoh menjadi salah satu kolaborasi toleransi umat beragama yang terus di pupuk, agar kota Kupang juga dapat menjadi miniatur keberagaman yang terdiri dari berbagai etnis, budaya dan agama.

"Kegiatan seperti ini menjadi alat toleransi dan perekat persaudaraan, sehingga kota kupang jadi miniatur Indonesia yang hebat," kata George.

Baca Juga: Umat Hindu di Kupang Gelar Ritual dan Ibadah Jelang Hari Raya Nyepi

Selain arak arakan pawai Ogoh -ogoh dan hiasan Penjor di sepanjang ruas jalan El Tari, adapula warisan budaya Bali yakni Gebogan, sesajen yang selalu ada saat upacara keagamaan sebagai bentuk persembahkan ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

Gebogan berbentuk menjulang tinggi dengan ukuran 50 cm sampai 1,5 meter dan dijunjung para wanita Bali dengan pakaian khas. Kombinasi adat dan seni budaya Bali, terlihat dalam gebogan yang terdapat batang pisang sebagai penyangga dengan dulang di bawahnya untuk menusuk buah-buahan lokal khas NTT menggunakan lidi bambu. (*)

Tags

Terkini