humaniora

TKI Ilegal Asal NTT Diamankan di Jember, PADMA: Mana Janji Patah Kaki Pelaku

Sabtu, 4 Maret 2023 | 21:50 WIB
Ketua dewan pembina Padma Indonesia Gabriel Goa

NTTHits.com, Jakarta - Lembaga Hukum dan HAM, Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia memberi tanggapan terkait kejadian yang dialami dua warga NTT Jember, Jawa Timur.

"Pemimpin NTT saat ini masih sibuk berimajinasi," kata Ketua Dewan Pembina PADMA Indonesia, Gabriel Goa, Sabtu, 4 Maret 2023, menanggapi diamankan dua PMI asal NTT yang hendak diberangkatkan ke Malaysia secara Ilegal.

Menurut dia, situasi yang dialami dua TKI Ilegal asal NTT menunjukkan fakta terbalik dari komitmen Pemprov NTT di bawah Kepemimpinan Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi yang pada awal kepemimpinan berjanji akan memerangi mafia perdagangan manusia (human trafficking) dan mengeluarkan Moratorium pengiriman tenaga kerja ke luar negeri.

Baca Juga: TKI Ilegal Asal NTT Diamankan Disnaker Jember

“Fakta dan data TKI ilegal asal NTT yang terus meningkat, ibarat menampar muka Pemprov NTT yang pada awal kepemimpinan dengan lantang mengancam akan mematahkan kaki dan tangan pelaku (mafia/calo) TKI ilegal. Janji tanpa bukti adalah halusinasi,” sindir Gabriel.

Gabriel yang juga Pengurus Jaringan Nasional Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (JarNas Anti-TPPO) menekankan apapun program dan kebijakan, jika tidak disertai dengan komitmen dan tanggung jawab konkrit, hasilnya tetap nihil.

Karena itu, dia terus mendorong agar perlu diperkuat kapasitas Satgas Anti TPPO di NTT, optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) dan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA), membentuk Migrasi Aman hingga ke tingkat Desa, pengawasan di setiap sentra pelayanan publik (bandara, pelabuhan), serta pengawasan serius terhadap sistem penegakan hukum.

Baca Juga: Meski Datangkan Beras Impor Dari Vietnam, Warga Kupang Sulit Cari Beras Bulog

Gabriel menyinggung, kondisi riil yang dialami TKI asal Flotim dan Lembata (NTT) harus menjadi perhatian serius Pemprov NTT dan pemimpin Daerah (Bupati).

“Meskipun imajinasi setinggi langit untuk mencetak SDM unggul, namun jika fakta yang terjadi justru sebaliknya, maka Pemimpin perlu introspeksi dan evaluasi diri. Sebelum kembali menabur janji dengan janji, maka baiknya selesaikan persoalan akut di depan mata,” pungkasnya.***

Tags

Terkini