NTTHits.com, Kupang - Sebanyak delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lingkungan Pemerintah Kota Kupang resmi dikukuhkan dalam seremonial pelantikan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Kamis, 22 Januari 2026.
Acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Kupang, Serena C, Francis, Ketua DPRD Kota Kupang, Richard E. Odja, perwakilan Forkopimda Tingkat Kota Kupang, Sekretaris Daerah Kota Kupang, rohaniawan lintas agama, kepala perangkat daerah, para camat dan lurah serta jajaran pejabat dan keluarga pejabat yang dilantik.
Dalam arahannya, Wali Kota dr. Christian Widodo menegaskan bahwa delapan pejabat tinggi pratama yang dilantik, yakni Daud Nafi – Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Pauto Wirawan Neno, Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM,
Hengky Malelak – Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Berto Geru - Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Alan Girsang Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga
Muhammad Khairil – Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Abdul Avensius – Kepala BKPPD Kota Kupang, Pommy Odja – Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Kupang, momentum pelantikan bukan seremoni administratif, melainkan awal dari tanggung jawab besar yang melekat pada kewenangan jabatan. Menurutnya jabatan bukanlah soal kedudukan, melainkan tanggung jawab, karakter, dan keberanian memimpin.
“Tidak ada kekuasaan tanpa tanggung jawab, ini bukan soal jabatan, tapi soal keberanian dan karakter memimpin,” tegasnya.
Baca Juga: RUPS Luar Biasa PT KI Bolok Kembali Digelar, Jhony Ericson Ataupah Resmi Jadi Plt Direktur Utama
Ia mengingatkan bahwa sejarah tidak mencatat seseorang menjadi besar karena jabatannya, melainkan karena cara ia memikul jabatan tersebut. Pemerintahan yang kuat, lanjutnya, tidak ditentukan oleh banyaknya aturan, tetapi oleh karakter para pemimpinnya.
Secara khusus, Wali Kota menitipkan tiga prinsip utama kepemimpinan kepada para pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik. Pertama, bekerja bukan sekadar hadir. Kedua, memimpin dengan memberi teladan, Ketiga, berani mengambil keputusan dan menjaga visi dari kepentingan yang menyimpang.
Menutup sambutan, Wali Kota membacakan refleksi pribadi yang ditulisnya malam sebelum pelantikan. Ia menegaskan tidak menuntut kesempurnaan, tetapi kesungguhan dan loyalitas pada tujuan serta nilai. “Pada akhirnya, yang diuji oleh waktu bukan seberapa lama kita menjabat, tetapi seberapa bermakna kehadiran kita ketika diberi amanah,” tutupnya. (*)