humaniora

Pendekatan GEDSI dalam Transisi Energi Berkeadilan, Project WE for JET Kolaborasi CIS Timor NTT-GEDSI JET Working Group NTB Bentuk FJPI

Minggu, 16 November 2025 | 15:34 WIB
Haris Oematan selaku Direktur CIS Timor

NTTHits.com, Kupang - CIS Timor Nusa Tenggara Timur (NTT) dan GEDSI JET Working Group Nusa Tenggara Barat (NTB) didukung Yayasan Penabulu, dalam kemitraan melalui project WE for JET (Women and Vulnerable Group Benefited and Lead on Transformative and Just Energy Transition in Indonesia), berupaya untuk mendorong keterlibatan kelompok perempuan, disabilitas dan kelompok rentan lainnya dalam transisi energi berkeadilan khususnya di NTT-NTB dan secara luas di Indonesia.

Salah satu instrumen penting untuk mencapai transisi energi yang adil bagi komunitas, perempuan dan disabilitas adalah dengan melakukan pengintegrasian pendekatan Gender Equality, Disability and Social Inclution (GEDSI) dalam Transisi Energi Berkeadilan.

Baca Juga: Kongres IX STN Ingatkan Bahaya “Serakahnomics” dan Ancamannya bagi Petani–Nelayan

Untuk memastikan pengintegrasian pendekatan GEDSI dalam transisi energi berkeadilan, dibutuhkan kolaborasi banyak pihak dengan strategi pentahelix. Media sebagai salah satu aktor kolaborator strategis untuk mengampilifkasi atau memperluas jangkauan dan pengaruh dari suara kelompok rentan dalam transisi energi berkeadilan, dibutuhkan ruang bersama untuk melihat potret JET dalam kacamata media dengan melibatkan jurnalis perempuan dalam Forum Perempuan Jurnalis Indonesia (FJPI).

"Apa yang kita inginkan dari pertemuan hari ini, jadi momentum awal membentuk forum keterlibatan dan keterwakilan jurnalis perempuan NTT dalam peran media, di isu perubahan iklim dan transisi berkeadilan,"kata Koordinator Provinsi WE for JET Yayasan Penabulu, Nurjanah, Sabtu, 15 November 2025.

Baca Juga: FGBMFI Bukan Gereja, Tetapi Perpanjangan Tangan Gereja, Uskup Agung Kupang Berkati Para Leader

Direktur CIS Timor NTT, Haris Oematan, dalam pertemuan tersebut turut mengatakan bahwa, isu transisi energi menjadi komitmen pemerintah Indonesia dalam mendukung kebijakan bersama Global untuk pengurangan emisi dan komitmen terhadap itu, maka mendorong untuk mulai mengurangi energi fosil dan fokus ke energi baru terbarukan.

Dalam rangka isu Transisi Energi Berkeadilan, bagaimana peran media dapat dalam mendorong, khususnya akses perempuan dan disabilitas dalam isu perubahan iklim dan transisi energi yang adil.

"Forum ini menjadi ruang belajar bersama, bagaimana peran media dalam mendorong isu ini khususnya akses perempuan dan disabilitas dalam isu perubahan iklim dan transisi energi,"terang Haris.

Baca Juga: Pengurus Jerebuu Family Kupang Resmi Dikukuhkan, Tekankan Persatuan dan Penguatan Paguyuban

Terbentuknya FJPI NTT, secara bersama berkolaborasi dalam kampanye dan advokasi, serta menjadi wadah jurnalis perempuan NTT belajar,  paham dan tahu benar terkait isu transisi energi di NTT dan Indonesia secara keseluruhan.

Tentang Yayasan Penabulu

Yayasan Penabulu didirikan pada tahun 2003 sebagai organisasi nirlaba independen, yang dibangun berbasis inisiatif dan sumber daya lokal, didedikasikan untuk visi masyarakat sipil yang berdaya yang menjamin penghormatan penuh terhadap hak asasi manusia dan prinsip-prinsip kemanusiaan, ketahanan demokrasi, dan perluasan ruang sipil; untuk memerangi ketidakadilan dan kemiskinan struktural di Indonesia.

Penabulu berperan sebagai Civil Society Resource Organization (CSRO) melalui mobilisasi sumber daya dalam bentuk apapun, pengelolaan dan penyaluran sumber daya, penguatan kapasitas dan ekosistem yang memungkinkan kerja masyarakat sipil Indonesia dalam agenda keadilan iklim, keadilan gender, ekonomi kemasyarakatan, cakupan layanan kesehatan semesta dan aksi kemanusiaan.

Halaman:

Tags

Terkini