NTTHits.com, Kupang - Takbiran Laut inisiasi Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) Nusa Tenggara Timur (NTT), akan digelar pada malam menjelang Idulfitri 1446 Hijriah menjadi tradisi religius yang unik, positif, serta sarat nilai budaya.
"Saya percaya kegiatan ini merupakan wujud syukur umat Islam dalam menyambut Idulfitri, sekaligus menjadi sarana untuk menebarkan semangat persaudaraan dan toleransi,”kata Wali Kota Kupang, Chris Widodo, saat audiens bersama panitia, Kamis, 13 Maret 2025.
Pemerintah Kota Kupang mendukung penuh pelaksanaan Takbiran Laut yang digagas oleh SNNU NTT, alek karena itu, Wali Kota Kupang juga mendorong panitia, agar melibatkan sebanyak mungkin peserta dari berbagai unsur, termasuk pemerintah, guna memastikan kegiatan ini berjalan lancar dan sukses.
Ketua SNNU NTT, Angki Laane, menjelaskan, Takbiran Laut telah menjadi tradisi tahunan yang rutin diselenggarakan dalam lima tahun terakhir, dan mendapat sambutan baik dari masyarakat.
Takbiran Laut tahun ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 30 Maret 2025, dimulai dari Pelabuhan Nunbaun Sabu dan berakhir di depan Hotel Aston. Kegiatan ini akan melibatkan sekitar 30-50 perahu nelayan yang dihias secara khusus.
"Takbiran Laut ini menjadi tradisi tahunan dalam menyambut hari raya Idulfitri, hari kemanangan umat Islam setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa,"jelas Angki.
Lebih lanjut, Angki menyebutkan bahwa selain nelayan, peserta juga akan melibatkan sejumlah instansi pemerintah seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Badan Keamanan Laut (Bakamla), dan PT Pelni. Ia berharap kegiatan ini menjadi momen yang meriah sekaligus bermakna bagi masyarakat Kota Kupang.
Lazimnya umat Islam melaksanakan malam takbiran yang di arak ke jalan-jalan menggunakan berbagai kendaraan disertai berbagai atribut lainya, Kemudian takbir keliling itu diiringi dengan kembang api dan pawai obor. namun berbeda dengan Takbiran Laut, keliling laut mengenakan perahu katinting yang dihias dengan berbagai ornamen dengan pengeras suara melantunkan puji-pujian kepada Sang Maha Kuasa, dan perahu -perahu yang lainnya mengiringi. (*)