humaniora

Kondisi Paus Fransiskus Sempat Memburuk, Kini Berangsur Stabil – Namun Ancaman Masih Ada!

Minggu, 2 Maret 2025 | 21:45 WIB
Paus Fransiskus (by Google)

NTTHits.com, Roma – Kabar mengkhawatirkan datang dari Vatikan. Paus Fransiskus, 88 tahun, mengalami krisis pernapasan yang mengakibatkan muntah dan memperburuk kondisi paru-parunya pada Jumat, 28 Februari 2025.

Pemimpin tertinggi Gereja Katolik ini telah dirawat di rumah sakit sejak 14 Februari akibat pneumonia bilateral (infeksi di kedua paru-parunya). Namun, kondisi yang semula membaik mendadak memburuk akibat bronkospasme (penyempitan saluran napas) yang membuatnya kesulitan bernapas.

Dokter di Vatikan langsung bertindak cepat dengan melakukan bronkoaspirasi (membersihkan saluran napas) dan memberikan ventilasi mekanis non-invasif. Beruntung, langkah ini berhasil menstabilkan pertukaran gas di paru-parunya.

Baca Juga: Di Tengah Kritis, Paus Fransiskus Tulis Pesan Menyentuh untuk Umat Katolik Seluruh Dunia

Kondisi Sempat Kritis, Namun Kini Lebih Baik

Vatikan mengonfirmasi bahwa setelah mengalami malam yang sulit, kondisi Paus Fransiskus kini mulai membaik.

"Setelah malam yang tenang, Paus sedang beristirahat," bunyi pernyataan resmi dari Takhta Suci pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Pada pagi harinya, Paus dikabarkan bisa menikmati sarapan ringan, menyeruput kopi, dan membaca koran. Meski begitu, kondisi kesehatannya tetap kompleks, dan dokter masih memantau kemungkinan komplikasi lebih lanjut.

Baca Juga: Isu Paus Fransiskus Mundur, Vatikan: Fokus Kami Pemulihan Bapa Suci

Riwayat Kesehatan Paus Fransiskus: Dari Paru-Paru hingga Usus

Kesehatan Paus Fransiskus memang telah lama menjadi perhatian. Sejak usia 20-an, ia telah kehilangan sebagian paru-parunya akibat infeksi serius. Kondisi ini membuatnya lebih rentan terhadap penyakit pernapasan.

Beberapa masalah kesehatan lainnya yang pernah dialami Paus antara lain:
Skiatika (saraf terjepit) di tahun 2020, yang membuatnya sulit berjalan dan sering harus menggunakan kursi roda.
Operasi usus besar pada 2021, di mana 13 inci ususnya harus diangkat akibat stenosis divertikular.
Bronkitis pada 2023, yang sempat membuatnya dirawat di rumah sakit selama 9 hari.
Operasi perut karena hernia insisional di 2023, yang mengharuskannya menjalani prosedur laparotomi.
Jatuh pada akhir 2024, yang menyebabkan hematoma besar di dagunya.

Kini, dengan pneumonia dan infeksi polimikroba yang masih mengancam, kesehatan Paus menjadi sorotan dunia.

Baca Juga: Di Tengah Pertarungan dengan Pneumonia, Vatikan Ungkap Paus Fransiskus Juga Didiagnosis Gagal Ginjal

Persiapan Darurat di Vatikan: Antisipasi Skenario Terburuk?

Meski laporan terbaru menyebutkan kondisi Paus mulai membaik, beberapa sumber mengungkapkan bahwa Vatikan telah mulai menyiapkan protokol darurat—termasuk kemungkinan pemakamannya, jika kondisi kembali memburuk.

Prosesi pemakaman Paus bukanlah acara biasa. Jika hal terburuk terjadi, akan ada masa berkabung resmi dan konklaf kardinal untuk memilih pemimpin baru Gereja Katolik.

Namun, umat Katolik di seluruh dunia masih berharap dan berdoa agar Paus Fransiskus bisa kembali pulih dan menjalankan tugasnya.***

Tags

Terkini