humaniora

Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan untuk Kurangi Risiko Bencana di Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan

Kamis, 30 Januari 2025 | 20:51 WIB
Operasi Modifikasi Cuaca di Provinsi Jawa Tengah, Rabu (29/1).

NTTHits.com, Jakarta – Menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang terus meningkat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi dampak bencana seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem di wilayah Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan.

Operasi ini merupakan langkah mitigasi yang melibatkan kerjasama antara BNPB, BPBD, TNI Angkatan Udara, serta teknologi canggih guna memitigasi potensi bencana.

Jawa Tengah Prioritas Utama dalam OMC
Jawa Tengah, dengan potensi bencana hidrometeorologi yang tinggi, menjadi fokus utama dalam operasi ini.

Baca Juga: Bencana Banjir Landa Sejumlah Wilayah di Indonesia, BNPB Imbau Warga Tetap Waspada!

Berdasarkan analisis cuaca yang mendalam, Monsun Asia dan Madden-Julian Oscillation (MJO) berada di Kuadran 4, yang mendorong pembentukan awan hujan besar, diperburuk oleh angin yang melambat, meningkatkan ketidakstabilan atmosfer. Ini meningkatkan potensi hujan lebat dan risiko banjir serta tanah longsor.

Untuk itu, BNPB melakukan penyemaian awan dengan Natrium Klorida (NaCl), bertujuan untuk mempercepat hujan di perairan sebelum bergerak ke daratan. Operasi ini dilaksanakan pada Rabu, 29 Januari 2025 dengan tiga sorti penerbangan menggunakan pesawat Cessna Caravan 208B (registrasi PK-SNN).

Sorti pertama dimulai pukul 07.58 WIB hingga 10.06 WIB, dengan penyemaian 1.000 kg NaCl di perairan utara Jawa Tengah. Sorti kedua berlangsung pada pukul 14.08 WIB hingga 16.05 WIB, dan sorti ketiga pada sore hari antara pukul 16.32 WIB hingga 18.01 WIB.

Baca Juga: Tim Gabungan BNPB Kerahkan Alat Berat untuk Buka Akses Jalan di Kabupaten Mamuju

Kalimantan Selatan Juga Terkena Dampak Cuaca Ekstrem
Tak hanya Jawa Tengah, Kalimantan Selatan juga berisiko menghadapi cuaca ekstrem, termasuk hujan deras dan angin kencang yang dapat menyebabkan banjir dan angin puting beliung.

Aktivitas MJO dan gelombang equatorial Rossby memperburuk kondisi atmosfer, meningkatkan potensi hujan lebat dan kerusakan akibat cuaca buruk.

Untuk itu, BNPB berkoordinasi dengan BMKG, BPBD, dan TNI Angkatan Udara untuk melakukan OMC di wilayah pesisir Tanah Laut. Penyemaian 1.000 kg NaCl dilakukan pada ketinggian 10.000 kaki menggunakan pesawat Cessna Caravan 208B (registrasi PK-SNP) pada penerbangan yang berlangsung selama 2 jam 30 menit pada 29 Januari 2025.

Baca Juga: BNPB Update Terkini Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Indonesia

Tujuan operasi ini adalah mengalihkan hujan dari wilayah terdampak banjir ke area yang lebih aman, diharapkan dapat mengurangi intensitas hujan dan dampak bencana lebih lanjut.

Teknologi dan Kolaborasi Jadi Kunci Mitigasi Bencana
Operasi Modifikasi Cuaca ini membuktikan bagaimana teknologi dapat menjadi solusi dalam mengurangi dampak bencana akibat fenomena cuaca ekstrem.

Halaman:

Tags

Terkini