humaniora

Pj Gubernur NTT Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem, Longsor dan Banjir Jadi Perhatian Serius

Kamis, 30 Januari 2025 | 10:42 WIB
Konferensi pers PJ Gubernur NTT

NTTHits.com, Kupang– Cuaca ekstrem melanda hampir seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) di penghujung Januari 2025.

Pj Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam menangani bencana seperti banjir dan longsor yang berpotensi mengganggu akses transportasi serta aktivitas masyarakat.

Dalam konferensi pers, Kamis, 30 Januari 2025, Pj Gubernur meminta seluruh kabupaten/kota untuk menyiapkan alat berat guna mengatasi dampak bencana, termasuk longsor yang sempat menutup jalan di Batu Putih, Timor Tengah Selatan (TTS). Berkat kerja cepat tim Balai Jalan, akses Kupang–TTS telah kembali normal dalam waktu empat jam.

"Saya minta semua pihak tetap waspada, karena intensitas hujan tinggi baru mulai dan diperkirakan berlangsung hingga Februari bahkan April. Seluruh tim dari Balai Jalan, BPBD, dan instansi terkait harus siap siaga," tegas Pj Gubernur.

Baca Juga: Bencana Banjir Landa Sejumlah Wilayah di Indonesia, BNPB Imbau Warga Tetap Waspada!

BMKG: Cuaca Ekstrem Berpotensi Berlanjut Hingga April

Kepala BMKG Eltari Kupang, Sti Nenotek, mengonfirmasi bahwa wilayah NTT saat ini memasuki puncak musim hujan. Sejumlah fenomena atmosfer seperti La Nina lemah, sirkulasi siklonik, gelombang Kelvin, dan Madden-Julian Oscillation (MJO) memperparah curah hujan di wilayah ini.

Bahkan, pada 27 Januari 2025, Kota Kupang mencatat curah hujan ekstrem hingga 155 mm, memicu banjir di beberapa titik. BMKG memprediksi cuaca ekstrem ini akan bertahan hingga 3 Februari 2025, dengan kemungkinan berlanjut hingga April.

"Kita harus waspada, karena dalam sejarah, siklon tropis seperti Seroja (2021) terjadi pada bulan April. Kami terus memantau kemungkinan munculnya bibit siklon di selatan NTT atau utara Australia, yang bisa berdampak pada cuaca ekstrem di wilayah ini," jelas Sti Nenotek.

Baca Juga: Bencana Hidrometeorologi Masih Mendominasi Akhir Januari, Longsor dan Banjir Meluas di Sejumlah Wilayah

BPBD: Tidak Ada Korban, Namun Mitigasi Tetap Diperkuat

Kepala BPBD NTT, Cornelis Wadu, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan signifikan akibat cuaca ekstrem. Namun, pihaknya tetap menyiapkan langkah antisipasi, termasuk penyediaan stok bahan pangan bagi warga terdampak bencana.

"Kami selalu berkoordinasi dengan BMKG untuk menyebarkan informasi kepada kabupaten/kota agar mitigasi lebih optimal. Wilayah Timor, Flores, dan daerah rawan longsor lainnya menjadi fokus utama kami dalam antisipasi bencana," ujar Cornelis.

Selain itu, jika bencana mencapai skala besar, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) siap turun tangan untuk membantu penanganan di NTT.

Baca Juga: Bencana Hidrometeorologi Melanda Indonesia, Ribuan Warga Terdampak, Status Tanggap Darurat Ditetapkan

Pemprov NTT Imbau Warga Tetap Waspada

Dengan potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung, Pj Gubernur NTT mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada. Bagi warga di daerah rawan banjir dan longsor, diharapkan terus memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD serta segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat.

"Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, namun kami meminta masyarakat tetap berhati-hati dan tidak lengah. Mari bersama-sama menghadapi tantangan ini dengan kesiapan dan kewaspadaan," pungkasnya.***

Tags

Terkini