humaniora

Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak Banjir dan Longsor, Tanggul Jebol Lumpuhkan Infrastruktur

Rabu, 22 Januari 2025 | 11:07 WIB
Banjir Jawa Barat

NTTHits.com, Jakarta – Jawa Tengah tengah bergulat dengan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa kabupaten, menyebabkan ribuan warga terdampak dan infrastruktur lumpuh.

Cuaca ekstrem yang terjadi sejak awal pekan memicu kondisi darurat di sejumlah wilayah, dengan ribuan rumah terendam, tanggul jebol, hingga jalur transportasi terputus.

Kabupaten Kendal: Banjir dan Longsor Memakan Korban Jiwa
Banjir besar melanda enam kecamatan di Kabupaten Kendal pada Senin (20/1), merendam 1.065 rumah serta fasilitas umum, termasuk 10 tempat ibadah dan 6 sekolah. Sebanyak 450 warga harus mengungsi, sementara ketinggian air masih mencapai 1-2 meter hingga Selasa (21/1).

Selain itu, longsor di wilayah ini mengakibatkan satu korban jiwa, empat luka ringan, dan 16 rumah rusak. BPBD Kendal telah mendirikan dapur umum di Gedung PKK dan PMI Kabupaten Kendal untuk membantu kebutuhan dasar warga, namun bantuan tambahan berupa sembako, air bersih, dan peralatan kebersihan masih sangat diperlukan.

Baca Juga: Bencana di Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak Banjir dan Longsor, Waspada Cuaca Ekstrem

Kabupaten Grobogan: Tanggul Jebol dan Jalur Kereta Api Lumpuh
Di Kabupaten Grobogan, luapan Sungai Lusi, Serang, dan Tuntang mengakibatkan tanggul jebol di jalur Semarang-Purwodadi pada Selasa (21/1).

Peristiwa ini melumpuhkan jalur kereta api di Kecamatan Gubug. Sebanyak 6.168 Kepala Keluarga (KK) terdampak, dengan 139 jiwa harus mengungsi. Sawah seluas 139 hektar juga terendam air, mengancam keberlangsungan hidup petani setempat.

BPBD Grobogan segera bertindak dengan mengevakuasi warga dan mendirikan posko pengungsian di Gedung Serbaguna Desa Ngraji. Tim gabungan juga bergotong royong memperbaiki tanggul di Desa Papanrejo.

Kabupaten Batang: 7.531 Warga Terdampak, Air Surut tetapi Infrastruktur Rusak
Hujan deras pada Senin sore (20/1) memicu banjir di 10 kecamatan, termasuk Kecamatan Bawang, Reban, dan Warungasem.

Total 7.531 warga terdampak, dua di antaranya sempat hanyut tetapi berhasil diselamatkan. Meski genangan telah surut, kerusakan infrastruktur seperti jembatan dan jalan masih menjadi kendala.

Baca Juga: Banjir di Kabupaten Batang Rusak Enam Jembatan, Ribuan Warga Terdampak

Kabupaten Demak: Tanggul Jebol dan Pengungsian Massal
Luapan Sungai Cabean dan Tuntang di Kabupaten Demak menyebabkan banjir di dua kecamatan. Tanggul yang jebol mengakibatkan 3.480 jiwa terdampak, dengan 2.400 warga mengungsi ke Gedung BLK Desa Bogosari dan rumah kerabat. Debit air yang terus meningkat memperluas wilayah terdampak hingga Selasa (21/1).

Waspada Cuaca Ekstrem: Mitigasi Bencana Jadi Prioritas
Menurut prakiraan BMKG, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih akan mengguyur Grobogan, Kendal, Semarang, dan Tegal hingga 23 Januari 2025. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir bandang dan tanah longsor.

BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah dekat lereng atau tebing. “Jika hujan deras berlangsung selama dua jam atau lebih, segera lakukan evakuasi mandiri untuk menghindari risiko longsor atau banjir,” kata BNPB dalam pernyataannya.

Halaman:

Tags

Terkini