humaniora

BNPB Salurkan Bantuan dan Gelar Kegiatan Psikososial untuk Pengungsi Erupsi Gunung Ibu

Rabu, 22 Januari 2025 | 06:51 WIB
Distribusi permakanan bagi para pengungsi di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara pada Selasa (21/1). Sumber foto: Tim Posko Penanganan Darurat Bencana Erupsi Gunung Ibu.

NTTHits.com, Halmahera Barat – Dalam upaya mempercepat penanganan darurat akibat erupsi Gunung Ibu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan bantuan operasional secara simbolis kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat.

Bantuan tersebut diberikan oleh Raditya Jati, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, kepada Sekretaris Daerah Halmahera Barat, Julius Marau, di Kantor Bupati Halmahera Barat, Selasa (21/1).

“Bantuan ini merupakan bentuk dukungan untuk memastikan kebutuhan mendesak masyarakat yang mengungsi dapat segera terpenuhi,” ujar Raditya Jati.

Baca Juga: Erupsi Gunung Ibu, Jumlah Pengungsi Meningkat, Fasilitas dan Layanan Tetap Terjamin BNPB Pastikan Pengungsi Aman, Sehat, dan Tetap Produktif

Total bantuan yang disalurkan meliputi dana siap pakai sebesar Rp200 juta, berupa logistik peralatan, serta Rp100 juta untuk kebutuhan operasional tanggap darurat melalui Kodim 1501.

Logistik Segera Didistribusikan

Bantuan logistik telah tiba di Jailolo dan segera didistribusikan ke Kecamatan Ibu, lokasi terdampak erupsi. Empat truk membawa sembako, makanan siap saji, kasur lipat, matras, terpal, selimut, hygiene kit, baby kit, dan velbed.

“Sebanyak 500 paket sembako, 500 lembar kasur, hingga 350 hygiene kit disiapkan untuk para pengungsi di enam desa terdampak,” tambah Raditya.

Sekretaris Daerah Halmahera Barat, Julius Marau, menyampaikan apresiasi kepada BNPB atas respons cepat ini. “Terima kasih atas bantuan yang sangat bermanfaat ini. Kami akan memastikan distribusinya berjalan lancar,” ucap Julius.

Baca Juga: Pengungsi Gunung Ibu Capai 664 Jiwa, Evakuasi Terus Berlangsung 24 Jam

Kegiatan Psikososial untuk Anak-anak

Tidak hanya bantuan logistik, BNPB juga mendukung pemulihan psikososial pengungsi, khususnya anak-anak. Deputi BNPB Raditya Jati mengunjungi SD Inpres 25 Tongute Goin, tempat ratusan pengungsi, termasuk anak-anak, berlindung.

“Kami ingin menciptakan suasana yang menyenangkan bagi anak-anak, agar mereka tetap bahagia meski berada di tengah masa sulit,” jelas Raditya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halmahera Barat telah memulai kegiatan ini sejak awal masa pengungsian. Anak-anak diajak bermain, bernyanyi, dan belajar secara informal untuk mengurangi kebosanan.

Halaman:

Tags

Terkini