humaniora

Pertamina Bangun Sumur Bor Bagi 504 Keluarga Terdampak Erupsi Lewotobi di Desa Kobasoma Flores Timur

Sabtu, 28 Desember 2024 | 18:16 WIB
Pemberian bantuan sumur bor tanggap bencana erupsi Gn. Lewotobi Laki-Laki oleh Direktur Keuangan PPN Arya Suprihadi Desa Kobasoma, Kec. Titehena, NTT

NTTHits.com, Flores Timur - CSR Pertamina Patra Niaga melalui Regional Jatimbalinus memberi bantuan pembuatan sumur bor bagi warga terdampak bencana alam erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Desa Kobasoma, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Pembuatan Sumur Bor tersebut  berkapasitas tandon 3300 liter, dapat di alirkan ke 276 rumah warga atau 305 Kepala Keluarga,(KK) dan telah dikerjakan sejak tanggal 21 Desember 2024 dan ditargetkan akan selesai pada awal tahun 2025.

Baca Juga: Soroti Dugaan Maladministrasi Pilkada Belu. LAKMAS NTT : Jika Ingin Diakui Penyelenggara Profesional, KPU Harus Buka Isi SKCK Polres dan SK Pengadilan

"Semoga sumur bor yang sudah di bangun ini bermanfaat bagi kemaslahatan warga setempat," kata Direktur Keuangan Pertamina Patra Niaga, Arya Suprihadi, saat penyerahan, Sabtu, 28 Desember 2024.

Ia menjelaskan, selain bantuan sarana air bersih bagi warga terdampak, sebagai aksi tanggap bencana alam erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Flores Timur, sebelumnya,  sejak 3 November 2024 lalu, CSR Pertamina Patra Niaga melalui Regional Jatimbalinus dengan sigap salurkan bantuan mulai 4 November 2024 hingga saat ini.

Baca Juga: Pemecatan Ipda Rudy Soik Dibatalkan Polri. Kapolda NTT Diminta Fokus Proses Penegakan Hukum Kasus BBM Ilegal dan TPPO

Bencana alam tersebut membuat lebih dari 12 ribu masyarakat terdampak berbondong-bondong melakukan pengungsian yang tesebar di 7 (tujuh) pos lapangan (POSLAP) yaitu Konga, Bokang, Lewolaga, Eputobi, Mandiri Konga, Kobasoma dan Ile Gerong. Dengan ditutupnya Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo, Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, Bandara Soa Bajawa, Bandara Frans Sales Lega Ruteng, Bandara Fransiskus Xaverius Seda Maumere membuat distribusi bantuan dari luar NTT cukup sulit.

Akibat erupsi tersebut serta tingginya angka pengungsian, CSR, Aviation Fuel Terminal (AFT) Bandara Internasional Lombok, AFT Eltari, AFT Juanda, AFT Ngurah Rai, Integrated Terminal (IT) Tenau, IT Manggis, IT Surabaya, IT Tanjung Wangi, Fuel Terminal (FT) Maumere, FT Madiun, FT Sanggaran, FT Tuban dan Sales Area NTT berkolaborasi baik distribusi bantuan maupun penyaluran untuk memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi seperti sembako, perlengkapan bayi, bright gas dan minyak tanah untuk di dapur umum, serta beberapa energi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamina Dex dan Pertamax bagi Lembaga Pemerintah Non-Kementerian, untuk lakukan evakuasi pengungsi dan distribusi bantuan ke posko-posko.

Baca Juga: BRI Berdayakan Klaster Usaha di Tanah Miring, Papua Selatan, Perjuangan Tak Kenal Lelah Agustina Etwiory

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga 26 Desember 2024, kondisi  status gunung pada level III atau Siaga, sementara data jumlah pengungsi yang berada di posko Kobasoma, masih tercatat sebanyak 706 jiwa atau 195 KK.

"Tidak hanya kebutuhan pokok dan energi, Pertamina juga lakukan trauma healing untuk dengan membagikan alat tulis, snack balita, mainan anak, tempat minum bagi anak-anak di posko pengungsi,"tambah Arya.

Baca Juga: Nikmati Liburan Aman dan Nyaman, BRI Tawarkan Kemudahan Beli Asuransi Lewat BRImo

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menambahkan, dengan adanya sumur bor, diharapkan ketersediaan air bersih untuk masyarakat semakin terpenuhi khususnya bagi warga Desa Kobasoma.

“Kami juga berharap bantuan sumur bor dari Pertamina ini, terus dipelihara agar kebermanfaatnya terus dapat dirasakan," ungkap Ahad.

Halaman:

Tags

Terkini