NTTHits.com, Kupang - Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA RI) berkolaborasi bersama Dewan Pers dan difasilitasi oleh Jalastoria, media publikasi daring, dengan konten yang diolah secara kolaboratif-interaktif bersama publik, mengenai perempuan dan anak menginisiasi workshop sehari "Peningkatan Kompetensi Wartawan dalam Pemberitaan, Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pers" bagi para jurnalis dan lintas sektor di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Seperti kita ketahui bahwa memang kekerasan terhadap perempuan masih menjadi isu yang serius di Indonesia, sehingga workshop hari ini di Kupang menjadi penting,"kata Analis Kebijakan Ahli Muda Perumusan Kebijakan mewakili Asisten Deputi (Asdep) Perumusan Kebijakan Perlindungan Perempuan KemenPPPA RI, Maria Mudalini, saat membuka workshop, Rabu, 6 November 2024.
Menurut dia, KemenPPPA telah menetapkan lima prioritas program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang salah satunya adalah penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam konteks permasalahan yang dihadapi perempuan dan anak khususnya kekerasan, karena kasus kekerasan terhadap perempuan masih menjadi persoalan yang krusial, baik yang dilaporkan secara terbuka maupun yang sengaja di sembunyikan karena memang masih ada stigma dan konsekuensi sosial yang melekat pada korban.
Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, mengatakan, dengan berkolaborasi bersama KemenPPPA RI kegiatan workshop "Peningkatan Kompetensi Wartawan daalm Pemberitaan, Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pers" menjadi penting dengan terus diupayakan untuk membangun pengetahuan dan pemahaman bagi insan pers, sesuai dengan UU no 32 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dua kementrian lembaga inilah yang memiliki mandat untuk peningkatan kapasitas warga negara termasuk insan wartawan.
Baca Juga: Dewan Pers Apresiasi Program BRI Fellowship Journalism 2025 untuk Tingkatkan Kompetensi Jurnalis
"Kompetensi wartawan dalam pemberitaan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan pers menjadi satu momentum yang sangat penting,"kata Ninik
Perwakilan Direktur Jalastroria, Yefri Heriani, menjelaskan, workshop di Kupang menjadi rangkaian kegiatan yang telah dilakukan di 3 wilayah Indonesia yakni Kalimantan Selatan, Jogjakarta dan di Kupang, NTT, sebagai kegiatan yang berkelanjutan meningkatkan kesadaran seluruh pihak termasuk wartawan betapa kekerasan berbasis gender memberi banyak dampak pada perempuan, anak dan juga termasuk lelaki.
"Workshop ini wadah berbagi pengalaman terkait bagaimana pemberitaan yang kita paparkan pada publik yang berkeadilan, integritas dan tanggung jawab perlindungan korban,"kata Yefri.
Baca Juga: Soeratin Cup 2024, Kristal FC Menang 2-1 atas Sergio FC Malaka
Workshop sehari "Peningkatan Kompetensi Wartawan dalam Pemberitaan, Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pers" turut dihadiri Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Penegndalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) NTT, UPTD PPA NTT, lembaga layanan Perlindungan anak, rumah harapan GMIT, rumah Perempuan, LBH NTT, LBH APIK, para wartawan dan perusahaan Pers, PWI, AJI Kota Kupang, Serikat Perusahaan Pers (SPS), Pewarta Foto Indonesia (PFI), AMSI, IJTI, SMSI, JSMI, ATVSI, ATVLI, dan PRRSNI. (*)