humaniora

Libatkan Warga, Komunitas dan Disabilitas, Gladi Posko BPBD Perkuat Rencana Kesiapan Atasi Bencana Cuaca Ekstrem di Kupang

Rabu, 30 Oktober 2024 | 16:21 WIB
Kalak BPBD, Ernest Ludji di dampingi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaa, Elsje saat Galdi Posko di Kampung Amanuban Oebufu

NTTHits.com, Kupang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) melibatkan berbagai komponen masyarakat, relawan, komunitas, bahkan hingga kelompok rentan dan disabilitas serta unsur satuan tugas dalam kegiatan gladi posko guna memperkuat rencana kesiapan kontijensi bencana cuaca ekstrem.

"Untuk hari ini, kita mengadakan gladi posko untuk penanggulangan bencana cuaca ekstrem di Kota Kupang,"kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Kupang, Ernest Ludji, Rabu, 30 Oktober 2024.

Baca Juga: Ince Angi, ADPRD TTU Dari Fraksi PDI Perjuangan Perdana Reses Di Dapil II

ia menjelaskan, tahapan gladi posko merupakan salah satu rangkaian dalam tahapan yang harus dilakukan sebelum masuk dalam tahap akhir yakni simulasi atau gladi lapang sebagai puncak persiapan uji coba rencana kontijensi yang telah disusun bersama seluruh unsur tugas dan pemangku kepentingan, tujuannya agar seluruh komponen mengetahui sejauh mana rencana kontijensi itu betul seperti kejadian nyata.

"Diharapkan nanti, simulasi ini bisa menggambarkan sejauh mana kesiapan masyarakat ketika terjadi bencana, karena pemerintah pasti tidak mungkin langsung hadir di lokasi bencana,"tandas Ernest.

Baca Juga: BRI Catat Laba Rp45,36 Triliun di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kupang, Elsje W.A.Sjioen, mengatakan, uji lapang rencana kontijensi BPBD Kota Kupang dilaksanakan selama 3 hari sejak 29 Oktober - 1 November 2024, dengan beberapa tahapan yakni hari pertama telah dilakukan persiapan teknis, dihari kedua dilaksanakan edukasi 3 standar pelayanan minimal yakni sosialisasi komunikasi, informasi, edukasi rawan bencana perihal jenis-jenis bencana yang ada disekitar oleh Kalak BPBD Kota Kupang.

Edukasi terkait cuaca ekstrem dari perwakilan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan edukasi layanan pencarian, pertolongan dan evakuasi dari tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) NTT.

"Rangkaian gladi posko hari ini, ada 3 layanan pelayanan pemerintah yakni standar pelayanan minimal oleh BPBD, BMKG dan Basarnas, ini merupakan paket lengkap hingga hari ketiga nanti uji lapang,"Jelas Elsje.

Baca Juga: Bupati Petahana Akan Tambah Kuota Penerima Program Unggulannya, Calon Wabup Siap Bantu Lipat Gandakan Bantuan Tanpa Ganggu APBD.

Selama pelaksanaan gladi posko juga sekaligus melatih skenario ketika terjadi bencana, apa yang dilakukan jika terjadi bencana dan bagaimana agar selamat dari bencana. Khusus bagi kelompok rentan dan disabilitas yang juga ikut terlibat, dibekali simulasi peringatan dini disabilitas saat terima informasi awal dari BMKG dan diolah hingga sampai ke komunitas para difabel khususnya difabel buta dan tuli, sedangkan kelompok rentan, khusus untuk pendamping atau relawan dilatih untuk pendataan siapa saja di tiap rumah warga terdapat kelompok rentan agar menjadi prioritas evakuasi.

"Termasuk kelompok rentan dan disabilitas, mereka juga mempunyai hak yang sama untuk selamat ketika terjadi bencana,"ujar Elsje.

Baca Juga: Danrem 161/Wira Sakti Resmikan Gedung Sekolah Dasar Negeri Kecil Banu di Desa Tasinifu, Kabupaten Timor Tengah Utara

Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kota Kupang, Made Astika, mengapresiasi dan menyampiakan terima kasih atas dilibatkannya kelompok disabiltas khususnya buta dan tuli dalam edukasi keselamatan dalam bencana.

Halaman:

Tags

Terkini