NTTHits.com, Kupang - Ombudsman Nusa Tenggara Timur (NTT) menyinggung soal Proyek Strategis Nasional (PSN) tiga bendungan besar yakni Bendungan Raknamo, Bendungan Tilong dan Bendungan Manikin tidak banyak bermanfaat bagi warga baik untuk irigasi atau kebutuhan air bersih.
"Proyek strategis pusat tersebut tidak banyak bermanfaat untuk warga NTT baik untuk irigasi atau air bersih,"kata Kepala Ombudsman NTT, Darius Beda Daton, Jumat, 5 Juli 2024.
Baca Juga: OJK Lanjutkan Upaya Hukum Terhadap Pemilik Kresna Group
Menurut dia, keberadaan Bendungan Raknamo, Tilong dan Manikin yang mestinya berfungsi juga untuk air bersih selain irigasi, ternyata tidak seperti yang direncanakan awal.Sehingga proyek strategis pusat tersebut tidak banyak bermanfaat untuk warga NTT baik untuk irigasi atau air bersih.
Hal tersebut disampaikan, pasalnya kebutuhan air bersih selalu jadi momok persoalan yang terus terjadi di NTT, meski sebelumnya pembangunan ketiga bendungan tersebut dianggap sebagai solusi menjawab kebutuhan air bersih bagi kebutuhan warga maupun irigasi bagi para petani setempat.
Baca Juga: Bank Indonesia : Harga Sejumlah Komoditas Hortikultura Turun, NTT Alami Deflasi 1,52persen
Selain itu persoalan air bersih di NTT yang kerap menjadi fenomena tahunan yakni keterbatasan sumber air baku. Mata air terbatas dan debitnya menurun pada bulan Juli-Oktober. akibatnya, pelanggan atau konsumen layanan air bersih yang terlayani PDAM hanya dialiri bergiliran seminggu sekali.
Sambungan rumah (SR) terbatas dan hanya mengandalkan bantuan Kementrian PUPR. Jarang ada Pemerintah Daerah (Pemda) yang menganggarkan jaringan pipa SR. Alasannya membangun jaringan mahal. Akibatnya pelanggan tidak banyak bertambah.
"Hal-hal diatas adalah merupakan masalah air bersih yang terjadi di NTT,"tutup Darius. (*)