humaniora

Rumah Warga Jebol Diterjang Banjir Rob, Puluhan Keluarga di Kupang Terpaksa Mengungsi

Selasa, 12 Maret 2024 | 22:56 WIB
Kondisi rumah salah satu warga di Kelurahan Tode Kiser Kupang

 

NTTHits.com, Kupang - Rumah salah satu warga beralamat di RT/RW 006/001 kelurahan Tode Kiser Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) jebol diterjang banjir Rob yang terjadi, Selasa, 12 Maret 2024.

Hal tersebut dikemukan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Ricko Umar saat meninjau lokasi.

Baca Juga: Lima Kelurahan Pesisir di Kota Kupang Terdampak Banjir Rob

Selain rumah warga jebol, banjir Rob juga mengakibatkan sebanyak 33 Kepala Keluarga (KK) karena kondisi rumah yang diterjang banjir, warga terdampak akhirnya berinisiatif melakukan evakuasi mandiri atau mengungsi mencari tempat yang aman di salah satu lokasi titik kumpul yakni gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Oeba 2 yang berada di Kelurahan Fatubesi.

"Ada 33 KK yang sementara mengungsi ke gedung SDN Oeba 2,"kata Ricko

Sementara, untuk data kerusakan rumah akibat bencana tersebut belum dapat dihitung berapa banyak rumah terdampak, dan juga jumlah total pengungsi berdasar klasifikasi jumlah laki-laki, perempuan, anak - anak dan dewasa, namun di antara para pengungsi terdapat juga warga disabilitas.

Baca Juga: Terpilih Jadi Anggota DPR RI, Caleg Nasdem Ratu Wulla Pilih Mundur

"Terpantau juga diantara pengungsi ada warga disabilitas namun kita belum mendata secara jumlah jiwa dan rumah yang rusak,"tambah Ricko

Kota Kupang belum menetapkan status tanggap darurat bencana banjir rob, karena masih bersifat situasional dan diharapkan segera surut berdasar prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), begitupula dengan bantuan logistik dan kebutuhan lain-lainnya juga belum dapat disalurkan, sementara masih bersifat dikoordinasikan dengan Dinas Sosial kota Kupang.

"Belum ada status tanggap darurat, ini masih bersifat situasional karena adanya gelombang pasang, nanti kalau surut warga akan pulang ke rumah, jadi kita masih koordinasikan dulu,"tutup Ricko. (*)

Tags

Terkini