humaniora

Masker, Tenda Keluarga dan Logistik Jadi Kebutuhan Mendesak Warga Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi Laki - Laki

Rabu, 3 Januari 2024 | 09:31 WIB
Istimewa

NTTHits.com, Flores Timur - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengemukakan kebutuhan mendesak yang paling dibutuhkan warga yakni masker, tenda keluarga, logistik serta peralatan lainnya.

"Terkait kebutuhan mendesak, BPBD Kabupaten Flores Timur melaporkan bahwa barang yang paling dibutuhkan berupa masker, tenda keluarga dan logistik serta peralatan lainnya,"kata Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Flores Timur, Avi Hallan, Rabu, 3 Januari 2024.

Pasca ditetapkan status gunung api Lewotobi Laki - Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur menjadi level III atau 'Siaga' dengan rekomendasi masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari pusat erupsi.

Baca Juga: Ribuan Warga Di Dua Kecamatan Dekat Puncak Kawah Gunung Lewotobi Mengungsi

Kondisi mutakhir abu dan debu vulkanik masih terlihat jelas dan menyebar ke berbagai titik, termasuk di tenda pengungsian warga, sehingga warga terus diimbau untuk tetap menggunakan masker jika beraktivitas demi mencegah penyakit infeksi saluran pernafasan akut.

Kebutuhan - kebutuhan mendesak tersebut pasca Gunungapi Lewotobi Laki-Laki terus menunjukkan peningkatan aktivitas vulknik. Hasil evaluasi yang dilakukan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) teramati asap kawah utama berwarna putih, kelabu dan hitam dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 100-800 meter dari puncak.

Pascaerupsi tanggal 23 Desember 2023 teramati adanya rekahan di sebelah barat laut puncak sepanjang 160 meter dan mengeluarkan asap putih tebal tinggi 300 meter.

Baca Juga: Gunungapi Lewotobi Laki-Laki Naik Status Siaga, Warga Dilarang Beraktivitas Radius 3 KM Dari Pusat Erupsi

Sebagai langkah antisipasi dan penanganan dampak erupsi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur bergerak cepat turun ke lapangan untuk monitoring, kaji cepat, mendirikan tenda pengungsi, menyerahkan logistik maupun pembagian masker dan selimut kepada masyarakat termasuk membersihkan jalan dari sebaran abu vulkanik menggunakan mobil tangki air.

"Tim sudah mendirikan tenda, Aparat masih berupaya mengarahkan pengungsi untuk menempati tenda pengungsi yang dibangun untuk mempermudah penanganannya," jelas Avi Hallan.

Sejak 1 Januari 2024 teramati adanya pusat erupsi baru yang berasal dari rekahan di sebelah tenggara-selatan puncak gunung Lewotobi Lak-Laki. Pada hari itu terjadi letusan dengan tinggi 1.000-1.500 meter dari puncak. Kolom abu letusan berwarna putih, kelabu hingga hitam.

Dari pengamatan instrumental, telah terjadi 5 kali gempa letusan/erupsi, 44 kali gempa hembusan, 3 kali harmonik, 1 kali gempa tremor non-harmonik, 7 kali gempa tornillo, 20 kali gempa vulkanik dangkal, 113 kali gempa vulkanik dalam, 42 kali gempa tektonik lokal, 79 kali gempa tektonik jauh dan gempa tremor menerus dengan amplitudo maksimal 2-5.1 mm dominan 3.7 mm. (*)

Tags

Terkini