humaniora

Ribuan Warga Di Dua Kecamatan Dekat Puncak Kawah Gunung Lewotobi Mengungsi

Rabu, 3 Januari 2024 | 08:50 WIB
Suasana Desa Boru di Lereng Gunung Lewotobi Flres Timur

NTTHits.com, Flores Timur - Sebanyak 1.185 warga di dua wilayah yang berdekatan dengan puncak kawah Gunung Lewotobi mengungsi akibat erupsi yang mengakibatkan hujan abu vukanik.

1.185 warga tersebut berasal dari kecamatan Wulanggitang dengan total warga yang mengungsi sebanyak 554 laki-laki dan 611 perempuan telah mengungsi ke beberapa titik, mulai rumah kerabat, posko pengungsian termasuk tenda mandiri yang ada di kebun warga dan warga Kecamatan Ile Bura sebanyak 328 warga yang terdiri dari 224 dewasa, 79 anak dan 25 balita.

Baca Juga: Gunungapi Lewotobi Laki-Laki Naik Status Siaga, Warga Dilarang Beraktivitas Radius 3 KM Dari Pusat Erupsi

"Sejak kemarin tim sudah mendirikan tenda. Aparat masih berupaya mengarahkan pengungsi untuk menempati tenda pengungsi yang dibangun untuk mempermudah penanganannya,"kata Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Flores Timur, Avi Hallan, Rabu, 3 Januari 2024.

 

Menurut dia, dengan masifnya pengungsian mandiri oleh warga, Badang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur bersama tim gabungan membantu mengarahkan pengungsi untuk menempati tenda terpusat untuk memudahkan monitoring dan penangannya. Di samping itu, Tim Tagana dari Dinas Sosial juga mendirkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan permakanan bagi pengungsi maupun tim yang bertugas.

Adapun kondisi mutakhir, abu dan debu vulkanik masih terlihat jelas dan menyebar ke berbagai titik, termasuk di tenda pengungsian warga. BPBD Kabupaten Flore Timur juga terus mengimbau masyarakat agar tetap menggunakan masker jika beraktivitas di luar demi mencegah penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

Baca Juga: Kawal Pemilu 2024, Bawaslu Belu Rekrut 666 Pengawas TPS

"Kami imbau warga untuk terus menggunakan masker jika beraktivitas diluar guna mencegah ISPA,"tambah Avi Hallan

BPBD Kabupaten Flores Timur juga melakukan antisipasi dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat peningkatan curah hujan tinggi di musim penghujan seperti banjir bandang, tanah longsor, banjir lahar dingin, dan banjir rob. (*)

Tags

Terkini