NTTHits.com, Kupang - Sampah-sampah terlihat berserakan di sepanjang trotoar pintu masuk pasar inpres Naikoten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menimbulkan bau tak sedap bagi para pengguna jalan dan yang menggunakan tempat parkir di jalan itu.
"Saya tentu sedikit heran karena bagaimana mungkin jalan Eltari, jalan yang paling utama dari semua jalan di Kota Kupang belepotan sampah seperti itu,"kata Kepala Ombudsman NTT, Darius Beda Daton.
Baca Juga: Kota Kupang Kembali Jorok, Sampah Berserakan di Jalan Protokol Bau Tak Sedap Ganggu Aktivitas Warga
Menurut dia, dapat dibayangkan jika di jalan paling utama saja tidak diangkut, apalagi di lorong-lorong kecamatan, kelurahan atau Tempat Pembuangan Sementara (TPS-TPS) yang tidak berada di jalan utama.
Ia menambahkan, memahami bahwa dalam soal sampah di Kota Kupang, masih ada problem yang dihadapi Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang berupa keterbatasan armada pengangkut sampah yang belum tersedia di semua kelurahan dan perilaku masyarakat kota yang membuang sampah tidak pada jam-jam yang telah ditetapkan pemerintah yaitu mulai pukul 18.00-06.00 wita, namun terlepas dari problem-problem tersebut, dalam satu bulan belakangan ini, jika diamati sampah-sampah di TPS dikelurahan tidak atau terlambat diangkut sehingga nampak menggunung dan meluber hingga keluar TPS.
Baca Juga: FPK Kota Samarinda Studi Tiru Toleransi di NTT
"Pemandangan ibu kota provinsi yang tidak elok dipandang, kota bersih, kita sehat,"tutup Darius.
Sebelumnya, persoalan sampah berserakan dan menyebabkan bau tak sedap juga menjadi keluhan sejumlah warga sekitar tumpukan sampah dan warga yang melintas area tersebut. Sampah-sampah yang tidak dinagkut berhari - hari diduga karena Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mengalami kebakaran hebat dan belum teratasi.
"Sampah-sampahnya sangat bau hingga berserakan sampai dijalan, itu kemungkinaan sudah tidak diangkut sekitar 3 sampai 4 hari,"kata salah satu warga yang melintas, Polce Siga. (*)