NTTHits.com, Kupang - Gerakan Pungut Sampah (GPS) setiap hari bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang diterapkan sejak masa kepemimpinan Pj. Wali Kota sebelumnya, George Hadjoh sudah ditiadakan dimasa kepemimpinan Pj Wali kota Kupang saat ini, Fahren Funay.
"GPS bagi ASN setiap hari ditiadakan,"kata Pj.Wali Kota Fahren Funay saat mengakhiri sambutan saat menjadi Pembina Apel Kesadaran KORPRI, Senin, 18 September 2023.
Baca Juga: Sebut Nama Erick Thohir, Jokowi Persilahkan Relawan Pendukungnya Panaskan Mesin Politik
Menurut dia, meski GPS ditiadakan bukan berarti perhatian ASN dan PTT terhadap kebersihan kota juga menurun, karena semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan. Ia menegaskan jika menemukan adanya timbunan sampah segera laporkan dengan mengirim foto dan lokasi kepada pimpinan unit masing-masing, untuk diteruskan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang, untuk segera diangkut oleh petugas.
Baca Juga: Erick Thohir Sebut Kehadiran PNM Kurangi Kesenjangan di Masyarakat
Selain itu, dalam Apel Kesadaran tersebut, PJ Wali Kota juga mengemukakan, pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) atau tambahan penghasilan yang diberikan bagi ASN dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ASN akan dievaluasi khususnya bagi pegawai yang tidak disiplin masuk kantor.
"Para pimpinan perangkat daerah diinstruksikan untuk menindak tegas pegawai yang tidak disiplin, khusus untuk ASN akan dilakukan evaluasi pembayaran TPP, bagi yang tidak disiplin masuk kantor."tutup Fahren. (*)
PJ. WALI KOTA MINTA KORPRI BERIKAN PELAYANAN TERBAIK BAGI MASYARAKAT
Penjabat Wali Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, S.E., M.Si., menjadi Pembina Apel Kesadaran KORPRI yang dilaksanakan pada Senin (18/9), bertempat di lapangan upacara kantor Wali Kota Kupang. Turut hadir pada apel tersebut Plh. Sekretaris Daerah Kota Kupang, Abraham D. E. Manafe, S.IP., M.Si., para Staf Ahli Wali Kota, para Asisten Sekda, para Pimpinan Perangkat Daerah, Direktur Perusahaan Daerah, Camat, Lurah serta seluruh jajaran ASN dan PTT lingkup Pemerintah Kota Kupang.
Dalam arahannya Penjabat Wali Kota menyampaikan sebagai anggota KORPRI yang menghayati nilai-nilai yang terkandung pada Panca Prasetya KORPRI, sehingga dalam melaksanakan tugas-tugas harus selalu mengedepankan kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara, di atas kepentingan pribadi atau golongan. KORPRI harus dapat memberikan pelayanan terbaik dan profesional kepada seluruh komponen masyarakat di Kota Kupang, tanpa memandang suku, agama atau ras tertentu.
Dijelaskannya anggota KORPRI juga diharapkan mampu menerjemahkan instruksi atau arahan pimpinan, dengan melakukan terobosan dan inovasi secara berkelanjutan yang mengubah cara pikir dan cara bekerja.
“ Saya minta para pimpinan perangkat daerah diminta untuk melakukan percepatan penyerapan anggaran tahun 2023. Berdasarkan laporan yang kami terima, penyerapan anggaran sampai dengan bulan ini belum maksimal. Hal ini bisa berdampak pada penyesuaian anggaran pada sidang anggaran perubahan, sekaligus menjadi bahan evaluasi Penjabat Wali Kota. Konsumsi pemerintah lewat penyerapan apbd sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Kupang, karena itu saya minta kepada pimpinan perangkat daerah untuk meningkatkan persentase realisasi APBD, bagi perangkat daerah yang mampu mencapai realisasi anggaran mencapai 90 persen sampai bulan November akan kami berikan rewand,” ungkapnya.