NTTHits.com Kupang - Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) atau Operasi Pasar (OP) , terus diupayakan dalam menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen dan pasaran.
Hal ini dilakukan Bulog NTT sebagai respon cepat terhadap kenaikan harga beras di pasaran. Kenaikan harga beras diakibatkan belum masuk musim Panen di beberapa wilayah yang menjadi lumbung padi seperti Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Jawa Timur (Jatim).
Baca Juga: Harga Pangan Merangkak Naik, Bulog Waingapu Lakukan OP 1,4 Ton Beras CPP
"Masyarakat tidak usah khawatir, karena pemerintah telah menugaskan Bulog untuk menyalurkan stoknya melalui program SPHP sehingga ketersediaan stok dan harga dipasar tetap terjaga,"kata Pemimpin Wilayah Perum Bulog NTT, E.Y. Cahyo Utomo, Jumat 3 Pebruari 2023.
Manager Pengadaan Perum Bulog NTT, Denny Kurniawan, mengatakan, sejak mulai digelar operasi pasar 4 Januari 2023 lalu, Bulog NTT telah mengelontorkan 4.500 ton beras, sesuai harga eceran tertinggi (HET) beras medium, yang ditetapkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) untuk wilayah NTT sebesar Rp.9.950/kg. Dengan demikian daya beli masyarakat terjaga dan dapat menekan laju inflasi di seluruh wilayah Indonesia khususnya di NTT.
Baca Juga: Bulog NTT Gelontorkan 5 Ribu Ton Beras CPP, Stabilisasi Harga Pangan
"Untuk OP kami sudah laksanakan sejak tanggal 4 Januari 2023, total beras yang di gelontorkan sebanyak 4,500ton," kata Manager Pengadaan Perum Bulog NTT, Denny Kurniawan
Khusus Kota Kupang, Operasi Pasar yang di gelar Bulog di tiga pasar tradisional yakni pasar Oeba, Inpres dan pasar Oesapa, dengan rata -rata penjualan sehari sebanyak 60ton. Adapun total beras yang telah digelontorkan bulog sebanyak 840ton.
Bulog NTT secara masif menggelontorkan beras ke pasar-pasar tradisional, pasar modern, Rumah Pangan Kita (RPK) atau Toko Pangan Kita (TPK), dan juga melalui operasi pasar secara langsung di tingkat eceran.
Baca Juga: Bulog NTT Klaim Beras Impor Tidak Rugikan Petani
Sementara untuk ketahanan stok pangan di wilayah NTT masih dikategorikan aman, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dimiliki Bulog NTT saat ini, sebanyak 15.535 ton dan dapat terjaga hingga 4-5 bulan kedepan. (*)