ekonomi

Pedagang Kopi di Karawang Sindir Dugaan Oplosan Pertamax: "Itu Tidak Kreatif!"

Rabu, 26 Februari 2025 | 18:45 WIB
Potret Potret Dirut Pertamina sekaligus tersangka kasus dugaan korupsi minyak mentah, Riva Siahaan (kiri), dan pedagang kopi di kedai Ulah Coffee di Cilamaya Wetan, Karawang, Tre Ikhwan (kanan). (Dok. Pertamina Patra Niaga - Facebook.com/@h.t.ikhwan)

NTTHits.com, Jakarta – Isu dugaan pengoplosan Pertamax yang menyeret PT Pertamina Patra Niaga dalam kasus korupsi minyak mentah terus menyita perhatian publik. Salah satu warga yang turut angkat bicara adalah Tre Ikhwan (42), seorang pedagang kopi di Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang.

Dengan nada kecewa, ia menyoroti dugaan praktik oplosan BBM yang dilakukan oleh oknum di tubuh Pertamina. Menurutnya, tindakan semacam itu bukan hanya merugikan masyarakat, tetapi juga menunjukkan kurangnya kreativitas dalam mencari solusi yang lebih cerdas.

Baca Juga: Tepis Isu Pertamax Oplosan, Pertamina Jamin BBM di SPBU Sesuai Standar!

Antrean Panjang yang Bikin Kecewa

Tre mengaku sebagai pelanggan setia SPBU Pertamina, bahkan sering mengantre panjang demi mendapatkan BBM subsidi untuk motornya. Namun, setelah mendengar kabar bahwa Pertamax yang ia beli diduga hanya hasil oplosan Pertalite, kekecewaannya memuncak.

"Kalau tahu begitu, kenapa saya harus antre panjang? Saya bisa saja langsung beli Pertamax, toh isinya sama saja (dengan Pertalite),” ujarnya dengan kesal.

Menurutnya, praktik seperti ini membuat konsumen merasa dibodohi. Mereka rela membayar lebih mahal untuk kualitas bahan bakar yang lebih baik, tetapi justru mendapatkan produk yang tidak sesuai harapan.

Pertamina Baca Juga: Lima Fakta Mengejutkan Skandal Korupsi Minyak Rp193 Triliun: Dirut Pertamina Patra Niaga Jadi Tersangka!

"Oplos Pertamax Itu Tidak Kreatif!"

Sebagai seorang pedagang kopi yang mengandalkan kendaraan untuk operasional sehari-hari, Tre merasa permainan spek minyak ini tidak mencerminkan inovasi yang baik.

"Itu tidak kreatif. Mereka tidak tahu betapa sering saya memutar otak untuk memperhitungkan ongkos BBM dalam aktivitas jual kopi," tegasnya.

Baginya, kreativitas dalam bisnis berarti mencari cara agar konsumen tetap puas dan mendapatkan nilai dari apa yang mereka bayar, bukan justru mengelabui mereka dengan praktik yang merugikan.

PerBaca Juga: Skandal Korupsi Minyak Rp193 Triliun: Dirut Pertamina Jadi Tersangka, Kejagung Bongkar Modus Licik!

Kasus Korupsi yang Menggemparkan

Seperti diketahui, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produksi kilang Pertamina.

Kejaksaan Agung mengungkap bahwa dalam periode 2018-2023, Riva diduga melakukan pembelian BBM dengan spesifikasi berbeda dari yang seharusnya. Ia disebut membeli RON 90 (Pertalite) tetapi melabelinya sebagai RON 92 (Pertamax) setelah melalui proses blending yang tidak sesuai aturan.

Akibat praktik ini, negara diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp193,7 triliun.

Baca Juga: Pertamina Bangun Sumur Bor Bagi 504 Keluarga Terdampak Erupsi Lewotobi di Desa Kobasoma Flores Timur

Halaman:

Tags

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB