ekonomi

BRI Sukses Turunkan Rasio Kredit Bermasalah, Kualitas Aset Kian Membaik

Selasa, 12 November 2024 | 20:43 WIB
BRI

NTTHits.com, Jakarta — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil mencatatkan kinerja gemilang dalam penyaluran kredit hingga akhir Triwulan III 2024.

Dengan total kredit sebesar Rp1.353,36 triliun, BRI menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,21% secara tahunan (year on year/yoy). Lebih dari sekadar pertumbuhan, BRI juga sukses menjaga kualitas asetnya, tercermin dari penurunan rasio Non-Performing Loan (NPL) menjadi 2,90% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,07%.

Selain NPL, rasio Loan at Risk (LAR) BRI juga membaik, turun dari 13,80% pada Triwulan III 2023 menjadi 11,66% pada Triwulan III 2024. Hal ini menunjukkan efektivitas strategi pengelolaan risiko kredit yang diterapkan BRI.

Baca Juga: Telkomsel Kembali Perluas Jaringan Telekomunikasi di Wilayah Perbatasan NTT

Direktur Manajemen Risiko BRI, Agus Sudiarto, mengungkapkan bahwa penurunan NPL ini didukung oleh serangkaian langkah yang dilakukan BRI dari tahap awal hingga akhir pengelolaan kredit.

"Sejak awal triwulan II-2024, kami memperketat proses front-end dengan seleksi yang lebih ketat pada debitur baru, sehingga kualitas kredit dapat terjaga," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu, 30 Oktober 2024.

Pengetatan seleksi kredit ini, menurut Agus, menggunakan kriteria yang terukur untuk menyaring debitur yang layak. "Di awal tahun sempat ada kenaikan NPL, namun melalui berbagai strategi, kami berhasil menurunkan NPL dan LAR secara signifikan," tambah Agus.

Direktur Utama BRI, Sunarso, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari penerapan manajemen risiko yang disiplin di seluruh lini bisnis.

BRI mengadopsi sistem peringatan dini untuk mendeteksi masalah kredit sedini mungkin serta memperkuat tim recovery agar kredit bermasalah dapat diatasi dengan lebih cepat dan efisien.

Baca Juga: Indosat Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bagi Warga Desa Bokang Pasca Erupsi Gunung Lewotobi Flores Timur

Selain itu, BRI juga menjaga pencadangan yang memadai dengan NPL Coverage mencapai 215,44%.

"BRI telah mengimplementasikan berbagai langkah mitigasi risiko seperti selective growth, pemantauan proaktif, serta pendekatan kolaboratif bersama nasabah untuk penyelesaian kredit bermasalah," ujar Sunarso.

Dengan pencapaian ini, BRI menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keuangan serta kualitas aset yang kian membaik.***

Tags

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB