pendidikan

DPRD Kupang Pertanyakan Dampak Program Lopo Pintar Bagi 3 Ribu Siswa SD Buta Huruf

Minggu, 30 April 2023 | 10:10 WIB
Sidang DPRD Kupang

NTTHits.com, Kupang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota  Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT),  mempertanyakan dampak dari program "Lopo Pintar" yang diterapkan pemerintah guna mengentaskan 3 ribu pelajar Sekolah Dasar (SD) yang buta huruf, tidak bisa membaca dan menulis akibat kondisi Covid-19.

"Pemkot melalui Dispendiktelah mendesain program Lopo Pintar, seperti apakah dampaknya bagi peningkatan literasi baca tulis di sekolah - sekolah dalam wilayah kota Kupang," kata Anggota DPRD Kota Kupang, Thobie Pandie saat Pandangan Fraksi, Minggu, 30 April 2023.

Baca Juga: Masyarakat Labuan Bajo Dihimbau Tak Gelar Unjuk Rasa saat KTT Asean Summit

Program Lopo Pintar yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kota Kupang, guna mendukung pemulihan belajar melalui bimbingan khusus secara gratis, setelah menyelesaikan jam pembelajaran di sekolah bagi peserta didik, yang mengalami kesulitan belajar seperti membaca, menulis dan berhitung.

Selain itu, DPRD juga  mempertanyakan gerakan wajib makan Kelor setiap hari Rabu dan Jumat, kepada seluruh satuan pendidikan dari tingkatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD/MI) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs) se kota Kupang.

Baca Juga: Bulatkan Tekad Maju Calon Walikota Kupang, Jonas Salean Punya Strategi dan Misi Bagi ASN

"Apa kabar dengan gerakan  makan kelor di sekolah -sekolah,?" tambah Thobie.

Siswa wajib makan makanan dan minuman, yang mengandung kelor tertuang dalam surat edaran, nomor 325/DISDIKBUD 004.5/SEK/2023 tentang hari wajib mengkonsumsi makanan yang mengandung kelor di sekolah. (*)

 

Tags

Terkini