pendidikan

Jadi Pembicara Utama di KOPI 2025, Wawali Kupang Angkat Soal Kekerasan Anak di Satuan Pendidikan

Selasa, 20 Mei 2025 | 08:28 WIB
Wawali Kupang saat Jadi Pembicara di Konferensi Pendidikan Indonesia di Jakarta

NTTHits.com, Kupang - Wakil Wali (Wawali) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Serena Francis saat jadi narasumber utama dalam Konferensi Pendidikan Indonesia (KOPI) 2025, mengangkat masalah kekerasan pada anak di lembaga pendidikan.

"Dalam KPI tersebut, saya menyoroti bagaimana kasus kesehatan mental, angka kasus bunuh diri siswa, kekerasan fisik dan kekerasan seksual yang perlu kita tangani bersama dari lembaga pendidikan,"kata Wawali Kupang, Serena Francis, Selasa, 20 Mei 2025.

Baca Juga: Rahayu Saraswati Terpilih Kembali Pimpin TIDAR: Fokus pada Kepemimpinan Muda dan Inklusivitas

Menurut dia, dari beberapa kepala daerah yang juga sebagai narasumber dalam konferensi tersebut, menyampaikan tentang program prioritas pendidikan, kurikulum dan progress di Dinas Pendidikan, namun Kota Kupang menjadi pembeda, lebih melihat pada persoalan kesehatan mental anak atau para siswa, yang secara bersama perlu ditangani mulai dari sekolah.

Data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang, terhitung Januari-April 2025, total terjadi kekerasan pada anak sebanyak 29 kasus diantaranya, 17 kasus kekerasan psikis, 16 kekerasan seksual, 14 kekerasan fisik dan 12 kasus penelantaran.

Upaya sosialisasi, kurikulum atau pembelajaran dengan materi - materi tertentu terkait kesehatan mental menjadi fokus , seperti dengan memberikan sosialisasi, kurikulum maupun materi atau pembelajaran Self Defense atau mengindetifikasi, membangun kesadaran anak terhadapa kekerasan dan bagaimana cara memberikan perlindungan terhadap diri sendiri dan kesehatan mental yang menyangkut kondisi emosi, kejiwaan, dan psikis para anak yang terhubung dengan kualitas hidupnya.

Baca Juga: Kejati NTT Tahan Komisaris Utama PT Naradha Aset Manajemen, Tersangka Baru Korupsi Dana Jamkrida Rp 25 Miliar

"Di sekolah itu tidak hanya belajar matematika, bahasa inggris, tetapi juga siswa harus punya pembelajaran tentang prinsip dasar nilai kehidupan, karena mereka juga bersosialisasi di lingkungan sekitar,"tambah Serena.

Selaras dengan hal tersebut, Pemkot Kupang melalui Dinas Pendidikan akan melakukan rancangan pembelajaran yang mencakup materi - materi pembelajaran tambahan seperti kesehatan mental pada Bimbingan dan Konseling serta Self Defence dalam mata pelajaran olahraga, dengan mengenalkan teknik beladiri dasar, guna menciptakan ruang aman dari kekerasan pada anak dari satuan pendidikan. (*) 

 

Tags

Terkini