olahraga

Drawing Piala Dunia U-20 Batal, Pengamat: Waspada, Ini Peringatan Keras dari FIFA!

Minggu, 26 Maret 2023 | 10:36 WIB
Piala dunia U20

NTTHits.com, Jakarta - Keputusan FIFA membatalkan pelaksanaan drawing Piala Dunia U-20 2023 pada 31 Maret 2023 memunculkan kegelisahan sejumlah pengamat sepak bola Tanah Air.

Ibarat kata ini sebuah alarm tanda bahaya buat Indonesia. Jika tidak bisa membereskan polemik keikutsertaan Israel, FIFA bisa mengambil keputusan tegas mencabut mandat sebagai tuan rumah.

Keputusan FIFA membatalkan penyelenggaraan pengundian Piala Dunia U-20 disampaikan kepada pihak LOC (Panitia Lokal) pada Sabtu, 25 Marermt 2023. Sejauh ini FIFA belum menyampaikan alasan pembatalan.

Baca Juga: Gelar Ulang Tahun ke-6, Bukfos Siap Gelar Liga U17

Meski demikian agenda lain terkait penyelenggaraan turnamen seperti inspeksi stadion tetap berjalan seperti biasa. FIFA akan melanjutkan proses penilaian terhadap kesiapan venue.

Ketua LOC, Erick Thohir, belum bersikap karena masih menunggu kabar lanjutan dari FIFA.

“Pembatalan penyelenggaraan drawing bukan masalah sederhana. FIFA melihat ada permasalahan besar di Indonesia, sehingga mereka membatalkan kegiatan penting menyangkut Piala Dunia U-20. Pemerintah harus serius menyikapinya,” ungkap Akmal Marhali, koordinator Save Our Soccer pada Sabtu, 25 Maret 2023.

Baca Juga: Ombudsman Kecam Sekolah di NTT Larang Ikut Ujian Bagi Siswa Yang Belum Lunasi SPP

Menurut Akmal, pemerintah Indonesia harus segera bersikap tegas. Mendudukkan persoalan Piala Dunia U-20 menjadi persoalan olahraga, tidak melebar ke masalah politik seperti yang terjadi beberapa pekan terakhir.

“Pemerintah harus tegas menunjukkan dukungannya secara nyata agar pelaksanaan Piala Dunia U-20 bisa berjalan. Koordinasi harus dilakukan antarkementerian untuk memperjelas status Israel sebagai salah satu peserta. Sebagai tuan rumah, kita tidak mungkin menolak kehadiran mereka. Israel jadi peserta Piala Dunia U-20. Titik, tidak bisa diperdebatkan,” katanya.

Israel jadi peserta setelah menjalani fase kualifikasi, seperti peserta-peserta lainnya. Mereka berhak tampil di Indonesia.

Baca Juga: Berdayakan Ekonomi Jemaat, Gereja Moria Kupang Luncurkan Sentra UMKM Marimampir

“Piala Dunia U-20 jangan dicampurkan dengan politik. Kehadiran Israel tidak akan memengaruhi posisi politik Indonesia terhadap negara tersebut. Yang yang datang ke Indonesia atlet, bukan pemerintahan negara. Dan tidak lantas karena kita menerima kehadiran mereka lantas posisi politik Indonesia dianggap berubah. Pemerintah harus berani bersikap, karena sekarang pertaruhannya nama baik Indonesia,” ujar Akmal.

Sang mantan jurnalis tersebut berujar, jika sampai gagal menghelat perhelatan akbar, Indonesia jangan pernah berharap bisa menyelenggarakan event-event olahraga lainnya.

Halaman:

Tags

Terkini