NTTHits.com, Jakarta – Timnas Indonesia kini berada dalam perjalanan terbesarnya di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Skuad Garuda yang kini ditangani pelatih anyar Patrick Kluivert harus menghadapi tantangan besar di Grup C, melawan raksasa Asia seperti Jepang, Arab Saudi, hingga Australia.
Saat ini, Indonesia menempati peringkat ketiga dengan 6 poin, usai kemenangan bersejarah atas Arab Saudi pada November 2024.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, optimistis Timnas Indonesia memiliki peluang besar lolos ke Piala Dunia 2026.
Lebih dari itu, Erick tak hanya fokus pada kelolosan ke Piala Dunia, tapi juga ingin membangun generasi emas untuk masa depan sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Soeratin Cup U-17 Zona NTT, PSN Ngada Diganjar Sanksi Berat oleh Asprov PSSI NTT
Kedatangan Patrick Kluivert cs, Game Changer untuk Timnas!
Erick Thohir menyebut kedatangan Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala akan membawa dampak besar bagi Timnas Indonesia.
Tak hanya Kluivert, tiga asisten pelatih asal Belanda juga didatangkan, yaitu:
✅ Alex Pastoor
✅ Denny Landzaat
✅ Gerald Vanenburg
"Kehadiran mereka bukan hanya soal kualifikasi Piala Dunia, tapi juga membangun masa depan sepak bola Indonesia," ujar Erick dalam wawancara dengan jurnalis Belanda Neal Petersen di kanal YouTube The Haye Way, Sabtu, 1 Februari 2025.
Menurut Erick, faktor pelatih berkualitas, program yang kuat, dan pemain berbakat harus dikombinasikan secara optimal.
"Saya percaya dengan konsep ‘Three in One’: pelatih top, program terbaik, dan pemain berkualitas. Ini adalah fondasi untuk sukses," tegasnya.
Baca Juga: Media Korsel Sindir PSSI, “Tega Banget Sampai Akhir, STY Pulang Tanpa Penghargaan”
Piala Dunia 2026: Mimpi atau Kenyataan?
Erick menegaskan bahwa impian melihat Indonesia bermain di Piala Dunia bukan sekadar angan-angan.
"Saya bermimpi Timnas Indonesia bermain di Piala Dunia," katanya.
Namun, ia menyadari bahwa mimpi ini tak bisa diwujudkan sendirian.
"Saya bisa sukses bukan karena saya sendiri, tapi karena tim saya, dukungan masyarakat, pemerintah, FIFA, hingga KNVB (Federasi Sepak Bola Belanda)," ujarnya.