NTTHits.com, Jakarta – Momen kepulangan mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), ke Korea Selatan pada Minggu (26/1) menciptakan keharuan yang mendalam. Ratusan penggemar Garuda memadati Bandara Soekarno-Hatta untuk memberikan salam perpisahan, namun tak semua pihak tampak menunjukkan apresiasi.
Di tengah iring-iringan spanduk bertuliskan “History Maker” dan nyanyian perpisahan dari kelompok suporter La Grandee Indonesia, kehangatan dari para fans ini justru menjadi sorotan media Korea Selatan. Media seperti Sports Nate bahkan melontarkan kritik tajam kepada PSSI, yang dianggap tidak menunjukkan penghargaan memadai untuk STY.
Fans Garuda: Perpisahan Mengharukan untuk Sang “History Maker”
Dalam artikel yang tayang pada Senin (27/1), Sports Nate menyoroti besarnya dukungan emosional yang diberikan fans Indonesia kepada STY. Mereka rela berdesak-desakan di bandara, membawa spanduk, hingga menyanyikan lagu “Sampai Jumpa” karya Endank Soekamti sebagai salam terakhir.
“Shin Tae-yong, Shin Tae-yong, kami di sini Shin Tae-yong,” seru para suporter sambil melambaikan tangan dan mengiringi langkah STY menuju keberangkatan.
Media Korsel itu menyoroti bagaimana penggemar Garuda begitu menghargai perjuangan STY, yang berhasil membawa Timnas Indonesia hingga Kualifikasi Round 3 Piala Dunia 2026 Zona Asia—pencapaian besar yang terakhir kali dirasakan pada era 1980-an.
“Para penggemar Garuda tidak hanya mengantar, tetapi juga mengapresiasi kontribusi besar STY dengan penuh cinta,” tulis Sports Nate.
Baca Juga: Bung Towel Diserang Balik, Ejekan ‘Cocoknya Jualan’ ke STY Tuai Kecaman dari Jeje
Sindiran Pedas Media Korsel: “PSSI Tega Banget”
Namun, di tengah kehangatan fans, Sports Nate justru melontarkan kritik keras terhadap PSSI yang dianggap kurang menghargai dedikasi STY selama hampir lima tahun terakhir.
“PSSI tega banget sampai akhirnya STY pergi tanpa penghargaan resmi,” tulis media itu.
Kritik ini muncul karena tidak adanya simbol penghormatan dari PSSI dalam momen perpisahan tersebut, bahkan dibandingkan dengan mantan asisten pelatih kiper Yoo Jae-hoon, yang menerima cenderamata dari Menpora Dito Ario Tedjo sebelum keberangkatan.
“Saya menerima cenderamata dari Menpora, tetapi PSSI tidak memberikan apa-apa,” ungkap Yoo Jae-hoon seperti dikutip Sports Nate.