NTTHits.com, Jakarta – Drama kepulangan Laura Meizani alias Lolly, anak artis kontroversial Nikita Mirzani, semakin menarik perhatian. Lolly kini dikabarkan berada di tempat eksklusif yang dirahasiakan setelah keluar dari RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Jumat, 17 Januari 2025.
Lolly sebelumnya ditempatkan di RS Polri setelah kabur dari rumah aman pada 9 Januari 2025 dan mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan bersama pengacara Razman Arif Nasution. Kini, di bawah pengawasan pihak keluarganya, proses penjemputan Lolly menyisakan banyak tanda tanya, terutama soal keterlibatan 4 mobil dalam proses tersebut.
Dijemput oleh Tante dan Kuasa Hukum Nikita
Menurut Plh Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Nurma Dewi, proses penjemputan Lolly dari RS Polri melibatkan kuasa hukum Nikita Mirzani, Fahmi Bachmid, dan seorang wanita yang disebut "bude."
Baca Juga: Razman Nasution Tantang Nikita Mirzani Buktikan Keadaan Lolly, Tunjukkan Video Tanpa Rekayasa!
“Pemeriksaan sudah selesai, kemudian penyidik menghubungi NM (Nikita Mirzani) selaku orang tua. Yang datang adalah kuasa hukum dan budenya LM (Laura Meizani),” jelas Nurma pada Senin (20/1).
4 Mobil untuk Jemput Lolly, Apa Alasannya?
Dalam konferensi pers, Fahmi Bachmid menjelaskan mengapa penjemputan Lolly melibatkan empat mobil.
“Ada empat mobil yang menjemput. Mobil pertama diisi oleh orang kepercayaan Nikita Mirzani, mobil kedua rombongan ibu Kanit, mobil ketiga rombongan saya, dan mobil keempat adalah rombongan budenya,” kata Fahmi pada Rabu (22/1).
Fahmi menegaskan bahwa keberadaan mobil-mobil ini untuk memastikan Lolly merasa aman dan nyaman tanpa tekanan.
“Bude yang berbicara langsung dengan Lolly, memastikan anak ini tenang dan santai. Saya sendiri hadir karena harus menandatangani dokumen resmi mewakili Nikita,” tambah Fahmi.
Baca Juga: Razman Nasution Pertanyakan Identitas 'Bude' Misterius yang Menjemput Lolly, Siap Lakukan Penelusu
Lolly Kini Tinggal di Tempat Eksklusif
Setelah penjemputan, Fahmi mengungkapkan bahwa Lolly langsung dipindahkan ke tempat khusus yang sangat eksklusif.
“Laura diserahkan kepada saya sebagai perwakilan Nikita. Saya meminta agar dia ditempatkan di tempat yang istimewa, bukan sekadar rumah aman biasa,” ujar Fahmi.
Ia menegaskan bahwa lokasi tersebut bukan di bawah lembaga tertentu dan bukan salah satu rumah keluarga Nikita.
“Bukan rumah aman, bukan lembaga-lembagaan, dan bukan rumah keluarga. Tempat ini lebih istimewa, dan hanya saya, Nikita, serta budenya yang tahu lokasinya,” jelas Fahmi.