NTTHits.com, Jakarta - Perceraian Baim Wong dan Paula Verhoeven tak hanya menjadi sorotan publik, tetapi juga membawa dampak yang mendalam pada kesehatan mental kedua anak mereka yang masih di bawah umur.
Saat ini, anak-anak pasangan selebritas ini tengah menjalani terapi psikologis untuk mengatasi trauma akibat perpisahan orang tua mereka.
Kuasa hukum Baim Wong, Fahmi Bachmid, mengungkapkan dalam sidang cerai yang digelar di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 22 Januari 2025, bahwa kedua anak kliennya sudah mendapat perawatan psikologis. “Anak Baim sudah di psikolog. Trauma itu macam-macam isinya, yang jelas bagaimana sekarang kita memberikan yang terbaik untuk anak yang belum dewasa,” ujar Fahmi, tanpa merinci lebih lanjut bentuk trauma yang dialami anak-anak tersebut.
Namun, Fahmi memastikan bahwa anak-anak Baim merasa bahagia saat bersama sang ayah. “Mereka sehat dan dalam keadaan baik saat bersama Baim Wong, tapi saat dibawa ke Paula, itu urusan lain,” jelasnya. Dalam persidangan, tim kuasa hukum Baim Wong juga menyerahkan bukti tambahan berupa video yang menunjukkan tanda-tanda trauma pada anak-anak tersebut. Sebelumnya, pihak Baim telah menyerahkan 83 bukti selama proses persidangan.
Tak hanya soal perasaan anak-anak, sidang juga mengungkapkan adanya dugaan perselingkuhan yang melibatkan Paula Verhoeven. Dua saksi dihadirkan untuk memberikan keterangan mengenai kejadian yang mereka saksikan, di mana Paula tampak bersama seorang pria di tempat yang dianggap tidak wajar, bahkan hingga dini hari.
Dampak Perceraian terhadap Anak: Efek Jangka Panjang yang Tak Terlihat
Kasus yang dialami anak-anak Baim Wong dan Paula Verhoeven menggambarkan betapa besar dampak perceraian terhadap anak. Penelitian menunjukkan bahwa perceraian orang tua dapat menimbulkan berbagai masalah psikologis, sosial, akademik, hingga perilaku pada anak-anak. Beberapa dampak utama perceraian terhadap anak antara lain:
Baca Juga: Curah Hujan Rendah, Los Angeles Terancam Titik Kebakaran Baru di California
-
Gangguan Psikologis dan Kesehatan Mental
Anak-anak yang orang tuanya bercerai sering kali lebih rentan mengalami gangguan emosional seperti depresi, kecemasan, bahkan pikiran untuk bunuh diri. Trauma ini dapat meninggalkan luka mendalam yang mempengaruhi perkembangan mental mereka. -
Masalah Perilaku
Anak-anak dari keluarga bercerai cenderung lebih impulsif, agresif, dan kesulitan dalam membina hubungan sosial dengan teman sebaya. Konflik yang terjadi dalam keluarga seringkali menjadi pemicu dari masalah perilaku ini. -
Penurunan Prestasi Akademik
Perceraian dapat mengganggu fokus dan motivasi anak untuk belajar. Anak-anak dari keluarga bercerai sering mengalami kesulitan akademik karena gangguan emosional yang mereka rasakan. -
Gangguan dalam Hubungan Sosial
Pengalaman perceraian juga dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk membangun hubungan interpersonal yang sehat di masa depan. Anak-anak dari keluarga bercerai cenderung memiliki kadar oksitosin yang lebih rendah, hormon yang berperan dalam pembentukan ikatan sosial.
Baca Juga: Viral! Program Tidur Siang di Sekolah, Mendikdasmen: Inovasi yang Bagus untuk Siswa