NTTHits.com, Cilacap - Bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi sejumlah daerah di tanah air. Berdasarkan laporan yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu, 12 Januari 2025, sebagian besar peristiwa ini dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi.
Banjir ROB, yang disebabkan oleh pasang air laut ditambah hujan dengan intentistas tinggi.
merendam Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah (Jateng).
Di Kabupaten Pekalongan, banjir rob melanda dua desa yaitu Desa Depok dan Desa Blacanan di Kecamatan Siwalan, sejak Juma, 10 Januari 2024 lalu.
Akibat banjir rob tersebut, tercatat sebanyak 1.010 Kepala Keluarga terdampak dengan kerugian materiil mencapai 717 unit rumah tergenang, dengan rincian 315 unit rumah di Desa Depok dan 402 unit rumah di Desa Blacanan. Kondisi terakhir yang dilaporkan, air masih menggenang dengan ketinggian muka air mulai dari 15-40 sentimeter. BPBD Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Pekalongan masih melakukan penanganan darurat di wilayah terdampak.
Baca Juga: UNA Indonesia, Kedubes Denmark dan PBB di Indonesia Gelar Konferensi Pemuda Global untuk SDG
Sementara itu, di Kabupaten Cilacap, banjir melanda dua desa yakni Desa Cilongkrang, Kecamatan Wanareja, dan Desa Mekarsari, Kecamatan Cipari. Banjir di kedua desa ini disebabkan oleh luapan air sungai, yaitu Sungai Cijambe, yang berdampak pada 50 KK atau 200 jiwa dan luapan Sungai Cikamuning, di mana mengakibatkan tergenangnya area persawahan seluas 65 hektare.
BPBD Kabupaten Cilacap masih berupaya melakukan penanganan di dua lokasi tersebut, salah satunya dengan melaksanakan kerja bakti bersama warga guna menutup tanggul yang jebol dan melakukan asesmen ke lokasi bersama BBWS Citanduy, serta memenuhi kebutuhan permakanan warga terdampak. (*)