NTTHits.com Kupang - Sebanyak 37 ternak babi mati mendadak, akibat terserang virus demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) di lima kelurahan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)
Data Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Kupang, sejak akhir Desember 2022- 24 Januari 2023, tercatat lima kelurahan terdampak akibat virus tersebut yakni kelurahan Manutapen 15 ekor, Belo 12 ekor, Lasiana sebanyak 8 ekor , Oepura dan Liliba masing -masing 1 ekor, mati mendadak akibat terserang virus tersebut.
Baca Juga: 252 Babi di NTT Mati Terserang Virus ASF
"Demam babi ini memang muncul kembali, bahkan dari akhir Desember 2022 lalu, khusus kota Kupang sudah puluhan babi mati mendadak, keadaan ini cukup meresahkan,"kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Kupang, Obed Kadji, Rabu, 25 Januari 2023.
Menurut dia, kematian ternak babi secara mendadak ini juga, akibat belum adanya vaksin untuk jenis penyakit tersebut. meski virus tersebut
Upaya sementara agar tidak ada penyebaran virus, Dinas pertanian dan peternakan kota Kupang, membagikan seribu liter cairan disenfektan bagi seluruh peternak babi bahkan kelompok -kelompok peternak, untuk melakukan strerilisasi area kandang dan lingkungan sekitar, bahkan untuk ternak yang belum terinfeksi atau masih sehat.
Baca Juga: Atasi Stunting di Kota Kupang, Julie Laiskodat Bagi Susu Gratis
"Sampai saat ini belum ada vaksin, tapi upaya sementara kami bagikan cairan disenfektan bagi peternak untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran virus,"tambah Obed.
Kelompok kelompok peternak maupun individu yang memelihara ternak babi, diimbau agar menjaga kebersihan kandang, sistem pembuangan serta memperhatikan pakan yang diberikan pada ternak babi, guna meminimalisir penyebaran virus demam babi. (*)