kesehatan

Program Water for Women di Kota Kupang Tingkatkan Akses Air Bersih dan Sanitasi

Selasa, 19 November 2024 | 18:58 WIB
Pj Wali Kota Bersama Plan International

NTTHits.com, Kupang - Program Water for Women (WfW) telah memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan akses air bersih dan sanitasi inklusif selama dua tahun terakhir di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Program WfW telah berkontribusi dalam penyediaan air bersih dan sanitasi di Kota Kupang yang inklusif dan berketahanan iklim,"kata Pj Wali Kota Kupang, Linus Lusi, Selasa, 19 November 2024.

Baca Juga: BRI Kembali Gelar Bazar UMKM BRILiaN, Dorong UMKM Lokal Mendunia

Linus menambahkan, Kota Kupang memiliki tantangan besar dalam penyediaan air minum yang aman dan berkelanjutan. Program WfW menjadi solusi penting untuk mencapai target ini, sekaligus menjadikan sanitasi lebih inklusif dan tangguh terhadap perubahan iklim.

"Kami berharap praktik baik ini dapat terus direplikasi di masa mendatang,"tambah Linus.

SPACE Manager Plan Indonesia, Herbert Barimbing, menjelaskan, Program WfW dirancang untuk meningkatkan kesehatan, kesetaraan gender, dan kesejahteraan masyarakat melalui proyek sanitasi berkesetaraan gender dan inklusif (STBM GESI).

Baca Juga: Pulihkan Hutan Bekas Tambang, Kelompok Tani Pabangbon dan BRI Bersama Selamatkan Lingkungan

Di Kota Kupang, program ini mendukung pengelolaan sampah dan penyusunan Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM), yang menjadi panduan penting dalam penyediaan air minum berkualitas, aman, dan berkelanjutan bagi warga.

RPAM yang disusun bersama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Kupang mencakup sistem penyediaan air Kali Dendeng, yang melayani lebih dari 3.000 pelanggan aktif.

Selain itu, WfW telah mendampingi empat bank sampah unit di Kelurahan Maulafa, Naioni, Nefonaek, dan Oebufu, dengan total pengelolaan sampah mencapai 11,5 ton., dan salah satu keunikan program WfW adalah pendekatannya yang inklusif, dengan hampir 40persen tim manajemen sampah terdiri dari perempuan. Selain itu, WfW juga memberdayakan penyandang disabilitas melalui metode Participatory Action Research (PAR).

Baca Juga: Laga Perdana, Tim Sepak Bola Pra Popnas NTT Kalahkan NTB 1-0

“Kami berharap keberadaan bank sampah ini dapat direplikasi oleh kelurahan lain sehingga membantu mengurangi sampah di TPA dan membangun masyarakat Kota Kupang yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim,” ujar Herbert.

Peserta program WfW, Rahmat, mengatakan, melalui metode pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dilakukan dalam program WfW sangat dirasakan manfaatnya.

Baca Juga: Konser Amal Sepe Natal di Kupang Bawa Misi Bantuan Bagi Sekolah dan Gereja di Pedalaman

Halaman:

Tags

Terkini

370 Perempuan di Kota Kupang Dapat Vaksin HPV

Selasa, 3 Februari 2026 | 15:46 WIB