kesehatan

Program Wolbachia di Tolak Sejumlah Warga Kupang, Kadinkes : Program Ini Tetap Jalan

Selasa, 21 November 2023 | 09:00 WIB
Kadinkes Kota Kupang, Retnowati

NTTHits.com, Kupang - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Retnowati menegaskan, inovasi program Wolbachia sebagai solusi eliminasi Demam Berdarah Dengue (DBD) tetap dijalankan sesuai rencana Pemerintah Pusat (Pempus) meski ada penolakan sejumlah warga.

"Kalau ada orang yang menolak tidak apa-apa, itu hal biasa, ini program pemerintah pusat, bukan mau saya, jadi tetap jalan,"tegas Kadinkes Kota Kupang, Retnowati, Selasa, 21 November 2023.

Baca Juga: Pos Turiscain Satgas Yonif 742/SWY Bagikan Hasil Panen Sayur kepada Warga

Menurut dia, program Wolbachia di Kota Kupang akan tetap dijalankan sesuai dengan agenda kerja karena program tersebut merupakan program pemerintah pusat, dan kota Kupang menjadi pilot project khususnya di Kecamatan Oebobo dengan menyebarkan sebanyak 2.700 ember telur nyamuk yang telah divaksin kemudian akan dilepas ditempat-tempat  perkembangbiakan nyamuk atau sebanyak 75-150 telur nyamuk di spot yang telah ditentukan dan dilakukan oleh para kader terlatih.

"75-150 telur nyamuk Wolbachia akan tetap ditempatkan ditiap spot yang jadi lokasi penempatan, warga yang menolak akan diganti ke tempat yang lain,"tambah Retnowati.

Baca Juga: Seorang Pensiunan Guru di Belu ditemukan Meninggal Pasca Hilang Akhir Oktober

Kecamatan Oebobo dipilih jadi lokasi awal penerapan inovasi Wolbachia karena merupakan kawasan padat pemukiman dengan tingkat kasus DBD tertinggi di Kota Kupang, Adapun teknik Wolbachia yakni, nyamuk pembawa virus atau parasit divaksin, kemudian dilepas berkembang biak, namun virus yang ada dalam tubuh nyamuk akan semakin tertekan dan tidak bisa berkembang di dalam tubuh nyamuk Aedes AegyptiAlhasil, meskipun banyak nyamuk demam berdarah yang menggigit dan menghisap darah manusia, tapi tidak akan terinfeksi penyakit lagi. (*)

 

 

Tags

Terkini

370 Perempuan di Kota Kupang Dapat Vaksin HPV

Selasa, 3 Februari 2026 | 15:46 WIB