humaniora

WNA Italia Tampar Warga di Denpasar, Dipicu Suara Memasak, Korban Alami Trauma

Sabtu, 11 April 2026 | 22:18 WIB
Viral kasus WNA Italia menampar warga Denpasar karena merasa bising. (Instagram/yuniliawt)

NTTHits.com, Denpasar – Aksi penganiayaan yang dilakukan seorang warga negara asing (WNA) asal Italia berinisial JF (41) terhadap warga lokal di Denpasar, Bali, viral di media sosial.


Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Gunung Soputan, Gang Ulun Suwi, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, dan melibatkan korban berinisial Kadek R (29).


Kasus ini mencuat setelah istri korban melalui akun Instagram @yuniliawt membagikan video kejadian, termasuk momen penamparan serta kerusakan pada sepeda motor miliknya.

Baca Juga: Momen Mencekam Wisatawan Terjebak Banjir di Curug Gomblang Banyumas, Ini Kronologi dan Penjelasan Petugas


Dipicu Aktivitas Memasak Pagi Hari
Dalam video yang beredar, korban menjelaskan bahwa insiden bermula saat istrinya sedang memasak di rumah pada pagi hari. “Ini rumah saya dan istri saya sedang memasak,” ujar Kadek dalam video tersebut.


Namun aktivitas tersebut rupanya memicu kemarahan pelaku yang merasa terganggu karena masih beristirahat.


Menurut keterangan istri korban, kejadian berlangsung pada Rabu, 8 April 2026 sekitar pukul 08.00 WITA. “Saya lagi masak di atas jam 8 pagi, dia marah dan getok-getok tembok karena katanya masih tidur,” ungkapnya.

Baca Juga: Tragis di Momen Lebaran, Cucu Mpok Nori Tewas Bersimbah Darah, Eks Suami WNA Iran Jadi Tersangka


Tak berhenti di situ, pelaku kemudian mendatangi rumah korban, menendang motor hingga rusak, serta melakukan pemukulan terhadap suaminya.


Sering Bertindak Kasar Sejak Sebelumnya
Keluarga korban mengungkapkan bahwa tindakan agresif tersebut bukan yang pertama kali terjadi.


Sebelumnya, pada 23 dan 24 Februari 2026, pelaku juga disebut pernah datang dan melempar barang ke arah rumah korban. “Waktu itu saya tidak punya bukti, jadi tidak berani melapor,” ujar istri korban.


Ia juga mengaku kerap mengalami tekanan psikologis akibat perilaku pelaku yang sering memukul tembok setiap kali mendengar aktivitas dari rumah mereka. “Setiap saya mandi, mencuci, menyapu, atau memasak, dia selalu marah dan getok-getok tembok,” jelasnya.

Baca Juga: Polda NTT Tegaskan Kehadiran Personel di Sumba untuk Edukasi Anti-TPPO, Bukan Dampingi WNA


Korban Mengaku Trauma
Dampak dari kejadian tersebut membuat istri korban mengalami trauma dan ketakutan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, terutama pada malam hari.

Halaman:

Tags

Terkini